Kusnandar Putra Hari kita kita mesti bertanya, dimana anak pondok sekarang yang dulu hafal Al-Qur’an, bisa imam, rangking di pondok? Mereka menjadi harapan masyarakat. Namun, seiring waktu, nama-nama itu perlahan menghilang dari masyarakat. Tidak tampak perannya di tengah umat. Ilmu yang dulu dihafal, kini seolah tak meninggalkan bekas. Padahal, ilmu agama yang tidak hadir di tengah masyarakat adalah kerugian besar, bukan hanya bagi pemilik ilmu, tetapi juga bagi umat secara luas. Anak pesantren yang memiliki hafalan Al-Qur’an, ilmu, namun memilih sepenuhnya menarik diri dari peran sosial keumatan, sedang menyia-nyiakan amanah besar yang pernah dia terima. Ada anak pesantren yang setelah lulus SMA atau madrasah dan memasuki fase kuliah, kerja, atau berkeluarg, semua kemampuan itu berhenti. Salah satu penyebab utamanya adalah perubahan orientasi hidup. Ketika seseorang memasuki dunia kerja dan mengejar ekonomi, perhatian terhadap peran sosial sering terpinggirkan. Dunia...
Comments
Post a Comment