Posts

Showing posts from December, 2024

140 ribu Siswa Putus Sekolah di Sulsel

  Oleh: Kusnandar Putra Fakta cukup mengejutkan. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel Iqbal Djamaluddin (2024) sempat menyatakan, "Sekitar 140 ribu orang jumlah anak putus atau tidak sekolah di Sulawesi Selatan (Sulsel) berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Dari jumlah itu, sebagian di antaranya banyak berhenti di jenjang SD. Menurut Iqbal, dari total 140 ribu itu, terdapat berbagai klasifikasi terkait anak yang tidak melanjutkan pendidikan. Mulai anak yang tidak pernah mengenyam pendidikan, baik SD, SMP, maupun SMA; sempat bersekolah lalu berhenti di tengah jalan; hingga menyelesaikan satu jenjang, tetapi tidak lanjut ke jenjang berikutnya. Kata beliau. Saya mencoba lihat data total siswa yang aktif di Sulsel, kurang lebih 1,7 juta di jenjang SD, SMP, dan SMA. Berarti kalau kita ambil presentase, putus sekolah di angka 8%. Ya Allah, sangat banyak. Bisa kita bayangkan, makna angka ini adalah jika ada 100 siswa yang tamat/...

Lagi-lagi Persoalan Membaca, Ada Apa?

Oleh: Kusnandar Putra Hasil penelitian PISA terbaru menunjukkan bahwa mayoritas generasi muda Indonesia mengalami "buta huruf" dalam arti fungsional, bukan literal.  Mereka mampu membaca, namun memiliki kemampuan yang sangat terbatas dalam memahami, menganalisis, dan mengolah informasi dari teks bacaan untuk membentuk pandangan atau visi pribadi.  Dengan kata lain, tingkat analisis dan sintesis mereka tergolong rendah. Ini menjadi fenomena yang cukup sedih dan bahaya jika tidak ada jalan keluar.  Bayangkan saja, kemampuan membaca literasi mahasiswa tingkatan awal di Indonesia, itu sama dengan 3 SMP di negara maju. Sekali lagi, bukan membaca dalam konteks suku kata, tapi pada persoalan membaca sebagai suatu analisis informasi, dan menjadikan membaca sebagai jembatan mencapai visi misi kehidupan. Hal ini lalu menjadi tantangan kedepannya. Bayangkan saja, Prof. Bambang Gugiharto memberikan alarm bahwa daya-baca yang rendah itu berakibat fatal. Di antaranya yaitu:  (1) p...

Ragam Pandangan Hidup, Cuma 1 yang Bikin Bahagia

Image
 Oleh: Kusnandar Putra Baru-baru ini saya membaca beberapa perbedaan pandangan hidup orang-orang di dunia. Ada pandangan hidup yang mengganggap bahwa hidup itu untuk mendapat ketenangan batin. Ada pandangan hidup bahwa hidup itu yang penting terhindar dari rasa sakit.  Ada yang menganggap hidup itu yang penting damai.  Ada lagi hidup itu yang penting pengejaran kesenangan. Ada juga hidup itu yang penting aksi nyata. Inilah beberapa pandangan hidup yang tersebar di dunia.  Ketika itu, saya membaca 1 hal yang jauh lebih menarik. Yaitu yang lahir dari pandangan hidup Islam. Yang mana, Islam memandang hidup sebagai jalan *meraih rida Allah*. Ya, ini menarik, karena kalau kita hanya hidup seperti pandangan hidup mainstream seperti di atas tadi, sama saja kita bersandar kepada makhluk dalam berkehidupan. Memandang kebahagiaan itu dari situasional.  Beda dengan Islam. Kita berkehidupan untuk mencari rida Pencipta. Makanya, Allah azza wajalla berfirman, وَرِضْوَانٌ مِنَ...