Ragam Pandangan Hidup, Cuma 1 yang Bikin Bahagia



 Oleh: Kusnandar Putra


Baru-baru ini saya membaca beberapa perbedaan pandangan hidup orang-orang di dunia.


Ada pandangan hidup yang mengganggap bahwa hidup itu untuk mendapat ketenangan batin.


Ada pandangan hidup bahwa hidup itu yang penting terhindar dari rasa sakit. 


Ada yang menganggap hidup itu yang penting damai. 


Ada lagi hidup itu yang penting pengejaran kesenangan.


Ada juga hidup itu yang penting aksi nyata.


Inilah beberapa pandangan hidup yang tersebar di dunia. 


Ketika itu, saya membaca 1 hal yang jauh lebih menarik. Yaitu yang lahir dari pandangan hidup Islam. Yang mana, Islam memandang hidup sebagai jalan *meraih rida Allah*.


Ya, ini menarik, karena kalau kita hanya hidup seperti pandangan hidup mainstream seperti di atas tadi, sama saja kita bersandar kepada makhluk dalam berkehidupan. Memandang kebahagiaan itu dari situasional. 


Beda dengan Islam. Kita berkehidupan untuk mencari rida Pencipta.


Makanya, Allah azza wajalla berfirman,


وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ


Dan keridaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar. 

(QS At-Taubah : 72)


Coba perhatikan bagaimana para Nabi mencari keridhoan Allah. Nabi Musa ‘alaihis salam bersegera menuju keridhoan Allah, beliau berkata,


 وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَى


“Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Tuhanku, agar supaya Engkau rida (kepadaku)”.

 (QS Thoha : 84)


Banyak jalan untuk meraih rida Allah. Dengan tauhid, berbakti kepada orang tua, zuhud terhadap dunia,


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :


مَنْ فَارَقَ الدُّنْيَا عَلَى الإِخْلاَصِ للهِ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَآتَى الزَّكَاةَ فَارَقَهَا وَاللهُ عَنْهُ رَاضٍ


“Barangsiapa yang meninggalkan dunia di atas keikhlasan hanya untuk Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, dan menegakkan sholat serta menunaikan zakat, maka ia telah meninggalkan dunia dalam kondisi Allah rida kepadanya.”

 (HR Ibnu Maajah, dan dishahihkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrok)


Dan..


Termasuk yang mendatangkan rida Allah yang terlihat sederhana adalah mensyukuri makanan apa yang kita konsumsi.


Dan Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda,


إنَّ اللهَ لَيَرْضَى عَنِ العَبْدِ أنْ يَأكُلَ الأَكْلَةَ ، فَيَحمَدَهُ عَلَيْهَا ، أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ ، فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا


“Sesungguhnya Allah sangat rida kepada seorang hamba yang memakan makanan lalu memuji Allah karena makanan tersebut, atau meminum suatu minuman lalu memuji Allah karenanya.” 

(HR Muslim)


So, hati-hati dengan pandangan-pandangan hidup yang menyimpang dari Islam. Dan fokuslah kepada amalan yang mendatangkan rida Allah azza wajalla. 


Barokallohu fiikum.


Gowa, 10 Desember 2024


quoteskusnandarputra.blogspot.com

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Air Ajaib? Faktanya Air PDAM yang Bocor

Pertemuan Setelah 13 Tahun: Sebuah Renungan tentang Menjadi Guru