4C Bagus Dieksekusi di Kelas

 Oleh: Kusnandar Putra 


Sudah tidak asing lagi. Istilah keterampilan 4C yang wajib dimiliki siswa pada abad 21.


Tinggal kita ulang saja. 

4C yaitu:


1. Critical Thinking 

2. Communication, 

3. Collaboration 

4. Creativity Thinking


Mari kita ulang secara sederhana.


*1. Critical Thinking (Berpikir kritis)*


Berpikir kritis sangat dibutuhkan siswa dalam menghadapi tantangan di masa depan. Karena persoalan kehidupan makin kompleks maka butuh sejak dini siswa dibangkitkan berpikir kritis.


Olehnya itu, sejak di sekolah, guru harusnya mampu memupuk daya kritis siswa.


Pada posisi ini, siswa harus punya kemampuan untuk memecahkan persoalan, mengambil keputusan, menganalisis, mengolah informasi, tidak monoton, dll.


Kalau kata Pak Nadiem, kemampuan berpikir kritis dapat tumbuh melalui kebiasaan membaca. Siswa memahami dan mempertanyakan, tidak hanya menghafal dan menerima informasi semata.


Contoh:

Siswa diberikan kasus, lalu siswa-siswa memberikan pandangan. Atau siswa diperhatkan 2 gambar lalu dia menganalisis.


Dalam hadis Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada sahabatnya,


“Sesungguhnya ada di antara pepohonan, satu pohon yang tidak gugur daunnya. Pohon ini seperti seorang muslim, maka sebutkanlah kepadaku apa pohon tersebut?”


Nah, soal dari Nabi shallallohu alayhi wasallam ini memicu jawaban yang harus berpikir kritis.


Cara lain,

Guru juga boleh memancing siswa untuk bertanya kritis. 


*2. Communication (Keterampilan berkomunikasi)*


Siapa, sih, yang tidak mau hidupnya bermanfaat bagi orang lain. Nah, salah satu jalannya adalah berkomunikasi.


Keterampilan berkomunikasi adalah kemampuan siswa menyampaikan isi pikirannya, idenya, opininya, pendapatnya kepada orang lain. Baik itu kepada guru atau kepada rekannya.


Contoh:

Guru kerap memberikan pertanyaan kepada siswa. Baik itu pertanyaan tertutup atau pun terbuka.


Atau guru meminta pandangan siswa. 


"Bagaimana pendapat kalian tentang masyarakat A yang berdoa di kuburan?"


Boleh juga siswa mampu menyampaikan pendapat dalam diskusi atau presentasi kelompok. 


*3. Collaboration (Keterampilan kolaborasi)*


Kolaborasi sangat dibutuhkan untuk mencapai percepatan. Baik di dalam lingkungan masyarakat, pekerjaan, mengurus dakwah, berorganisasi, dll. Makanya sejak dini siswa pun dipacu untuk mampu berkolaborasi. 


Berkolaborasi ialah siswa mampu bersinergi, bekerja sama, ambil tanggung jawab, ambil peran.


Di dalam kolaborasi ini, diharapkan siswa mampu saling bertukar pikiran, berbagi pandangan, memberi masukan kepada rekan kelompok.


Contoh: 

Siswa dibagi ke beberapa kelompok lalu diberikan masalah. Nah, di sinilah nanti terjadi tukar pikiran 


Bisa juga dalam program base learning. Yaitu kelompok siswa akan membuat proyek. Lalu, siswa mempresentasikannya. 


*4. Creativity (Keterampilan berpikir kreatif)*


Hadirnya laptop, smartphone, robot, mobil listrik, jurnal ilmiah, itu semua dari orang-orang yang berpikir kreatif. Makanya, siswa harus juga punya kekuatan di sektor ini. Agar dia bermanfaat bagi orang lain.


Berpikir kreatif adalah menghasilkan gagasan baru. Penemuan baru. Ide baru, bahkan proyek baru, inovasi baru.


Contoh sederhana mampu memberikan gagasan baru atau kesimpulan dari pembelajaran hari itu.


Contoh:

Dalam Majalah Asy Syariah, 

usai menyelesaikan penulisan Perjanjian Hudaibiyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memerintahkan kepada para sahabat, 


“Bangkitlah, sembelihlah hewan kalian, kemudian bercukurlah!”


Namun, tak satu pun dari mereka yang bangkit. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulangi perintahnya hingga ketiga kalinya, namun tetap tak ada satu pun yang beranjak.


Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha dan menceritakan apa yang terjadi. 


Ummu Salamah pun memberikan *gagasan* kepada beliau, 


“Wahai Rasulullah, apakah engkau ingin agar mereka melakukannya? Bangkitlah, jangan berbicara kepada siapa pun hingga engkau menyembelih hewan dan memanggil seseorang untuk mencukur rambutmu.”


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri, kemudian segera melaksanakan usulan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha. Seketika itu juga, para sahabat yang melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih hewannya dan menyuruh seseorang untuk mencukur rambutnya serta-merta bangkit untuk memotong hewan sembelihan mereka dan saling mencukur rambut.


Inilah contoh dari Ummu Salamah radiyallohu anha yang memberikan gagasan kepada suaminya.


Bahkan lebih jauhnya, dalam berpikir kreatif, siswa membuat produk.

Seperti membuat produk makanan, produk seni, majalah, dll.


Sebagai guru, 4C bisa diaktifkan dalam tiap pembelajaran. Anggaplah 2 x 45 menit.


Jadi di dalam 90 menit itu sudah include 4C-nya di dalam. 


Kesimpulannya, 4C merupakan hal yang bagus dieksekusi di kelas. Kita memohon kepada Allah agar senantiasa memberikan kita kemudahan dalam mengeksekusi hal-hal baik di dalam dunia pendidikan.


Barokallohu fiikum

 

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Air Ajaib? Faktanya Air PDAM yang Bocor

Pertemuan Setelah 13 Tahun: Sebuah Renungan tentang Menjadi Guru