BELAJAR MEMBAHAGIAKAN
Oleh: Kusnandar Putra
Ada teman. Saya biasa lihat postingannya dia bersama anaknya untuk bermain, makan bersama anaknya. Kerap kali seperti itu.
Akhirnya waktu ketemu, saya coba tanya. Apa penyebabnya dia lakukan itu.
Jawabanya menarik.
"Saya suka melihat anak saya bahagia, Ustaz," sambil bapaknya senyum.
Pernyataan ini perlu ditulis dengan tinta emas.
Sangat berharga. Menggambarkan nilai-nilai penting dalam Islam terkait pendidikan anak dan kebahagiaan di dalam keluarga.
Dalam Islam, pendidikan anak merupakan tanggung jawab penting bagi orang tua. Salah satunya adalah bagaimana anak bahagia.
Membahagiakan anak merupakan manifestasi dari kasih sayang orang tua. Orang tua yang sayang identik dengan dia berpikir bagaimana cara agar anaknya bahagia.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّـمَـا يَرْحَمُ اللهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ
“Sesungguhnya hamba yang disayang Allah Subhanahu wa Ta’ala itu adalah hamba yang memiliki sifat penyayang.”
(HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan yang lainnya)
Tentu banyak cara membahagiakan anak. Silakan pilih. Yang jelas semua tidak melanggar syariat.
Dan yang jauh lebih penting adalah meniatkan seluruhnya karena Allah.
Hari ini, di tengah kesibukan kadang orang tua lupa membahagiakan anak. Mungkin ada yang lupa bahwa dia sudah berkeluarga.
Saatnya mengembalikan suasana membagiakan mulai dari skala sederhana. Yaitu dari keluarga.
Insyaallah, kalau keluarga sudah bahagia, mereka akan menularkan kebahagiaan juga kepada orang lain.
Sebuah atmosfer harmonis dalam keluarga dapat menjadi pondasi kuat untuk menyebarluaskan kebaikan dan kebahagiaan kepada orang lain.
Barokallohu fiikum.
Gowa, 27 Februari 2024
Comments
Post a Comment