Cara Mendampingi Anak SMA Agar Sukses di Masa Depan yang Jarang Diketahui
Oleh: Kusnandar Putra, S.Pd., M.Sos.
Kesuksesan anak di masa depan adalah kebahagiaan orang tua. Namun, tentu banyak rintangannya. Tapi itu bukan berarti tidak bisa dilakukan.
Ada beberapa upaya orang tua yang anaknya di usia SMA agar mereka bisa berhasil biizinillah. Yang kami ringkas dari buku "Cara Nabi sholallohu alayhi wasallam Menyiapkan Generasi."
Diantaranya:
1. Manfaatkan Waktu Pagi
Dunia anak SMA ini menantang. Apalagi di waktu pagi.
Ibnu Abbas rodiyallohu anhu pernah mendapati anaknya tidur pagi. Maka beliau berkata, "Bangunlah! Apakah kamu tidur pada saat dibagikannya rezki?"
(Zadul Ma'ad, 3/169)
Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna." (HR. Thabrani)
Sehingga, keterangan di atas harusnya menginspirasi orang tua agar memotivasi anak untuk manfaatkan waktu pagi.
Tentu dengan hal-hal bernilai pahala. Bukan habiskan waktu dengan bermain HP saja.
2. Manfaatkan Waktu Luang
Yang menjadi tantangan saat ini adalah keberadaan smartphone, yang kadang membuat anak SMA itu buang-buang waktunya.
Entah dengan bermain game, nonton, dll.
Syukur-syukur jika dia menggunakan dengan menambah ilmu agama.
Tapi, kalau hanya sekedar tontonan saja, itu tidak boleh dibiasakan. Isi waktu luang dengan hal produktif.
Coba perhatikan hadis ini,
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
ﻛُﻞُّ ﺷَﺊْ ٍﻟَﻴْﺲَ ﻓِﻴْﻪِ ﺫِﻛْﺮُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻓَﻬُﻮَ ﻟَﻬْﻮٌ ﻭَﻟَﻌِﺐٌ ﺇِﻻَّ ﺃَﺭْﺑَﻊٌ ﻣُﻼَﻋَﺒَﺔُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﺍﻣْﺮَﺃَﺗَﻪُ ﻭَﺗَﺄْﺩِﻳْﺐُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﻓَﺮَﺳَﻪُ ﻭَﻣَﺸْﻴُﻪُ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻐَﺮْﺿَﻴْﻦِ ﻭَﺗَﻌْﻠِﻴْﻢُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﺍﻟﺴِّﺒَﺎﺣَﺔَ
“Segala sesuatu yang tidak mengandung dzikirullah padanya maka itu adalah kesia-siaan dan main-main kecuali empat perkara: yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.”
(HR. An Nasai)
Ada lagi contoh,
Dari Abu Umamah, dia berkata, "Umar menulis surat kepada Abu Ubaidah bin Sahl untuk mengajarkan anak-anaknya berenang dan pasukan-pasukan untuk memanah."
(Musnad Ahmad)
Lihat hari ini, apa yang dilakukan anak SMA, mereka kadang hanya nongkrong di Coffee Shop, dengan dialog yang tidak jelas. Nongkrong yang tidak menghasilkan produktifitas.
Hal seperti ini harus diketahui oleh orang tua, lalu mengarahkan anaknya ke hal-hal yang baik dan berdampak bagi umat Islam.
3. Ajarkan Anak Cinta Nabi, keluarga Nabi, dan sahabat Nabi shollallohu alayhi wasallam
Pesan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ رواه البخاري
“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sehingga menjadikan aku lebih ia cintai dari orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia“.
(HR. Bukhari)
Orang tua harusnya mengenalkan Nabi Muhammad kepada anaknya. Apalagi anak SMA. Yang kadang justru mengidolakan pemain bola daripada sahabat Rasulullah. Ini dekadensi moral.
Ajari anak cinta Rasulullah sholallohu alayhi wasallam .
Dengan cara apa?
Hadiahkan mereka buku Sirah Nabi, diskusi bersama mereka tentang Rasulullah. Dan masih banyak metode lainnya.
Karena membangun kecintaan kepada Rasulullah adalah indikator keimanan seseorang.
4. Rihlal Menuntut Ilmu
Mulai usia SMA, hendaknya orang tua menjelaskan bahwa perjalanan menuntut ilmu itu panjang. Dan butuh perjuangan. Dengan hal itu, seseorang mudah meraih surga.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Inilah warisan Nabi Muhammad, yaitu ilmu. Nabi tidak mewariskan harta. Namun ilmu yang bermanfaat.
Olehnya itu, motivasi anak untuk mengejar ilmu. Dimana pun lokasi taklim, tabligh akbar, selama bisa dijangkau, motivasi anak kita untuk ke sana.
Kalau dia sudah kuliah, usahakan dia menuntut ilmu kalau bisa di luar negeri, ke Saudi, Yaman, dll untuk bertemu dengan masyaikh.
5. Mengajari Anak Bahasa Asing untuk Berdakwah
Rasulullah sholallohu alayhi wasallam bersabda,
"Wahai Zaid, pelajarilah tulisan-tulisan orang-orang Yahudi untukku. Sesungguhnya aku demi Allâh, khawatir bila orang Yahudi aku perintahkan menulis suratku (ia akan menambah atau menguranginya). (Sunan Abi Dawud)
Zaid bin Tsâbit Radhiyallahu anhu berkata, “Kemudian aku mempelajari bagi Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tulisan-tulisan mereka. Dan tidaklah berjalan lima belas malam hingga aku menguasainya. Lalu aku membacakan bagi beliau surat-surat mereka jika mereka mengirimnya kepada Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku menulis jawaban kepada mereka jika Beliau hallallahu ‘alaihi wa sallam ingin menulis.”
Coba lihat, betapa Rasulullah sholallohu alayhi wasallam memotivasi sahabatnya agar tahu bahasa lain. Tiada lain untuk komunikasi dakwah.
Orang tua silakan adopsi motivasi ini. Ajarkan anak bahasa arab, -apalagi-.
Dan bahasa lain untuk perkembangan dakwah di masa depan.
Barokallohu fiikum

Comments
Post a Comment