Gelar Sarjana Ibu Rumah Tangga (S. IRT)

 Oleh: Kusnandar Putra


Meskipun ini nampak aneh, tapi kampus bisa saja membuat prodi baru yaitu Prodi Ibu Rumah Tangga. Prodi ini hadir sebagai sebuah solusi di tengah cobaan rumah tangga. Prodi ini pun menjadi pilihan ideal bagi para wanita yang ingin membahagiakan suaminya kelak. Prodi Ibu Rumah Tangga ini memiliki visi dan misi menjadi wanita yang salehah.


Menjadi wanita yang sukses dalam rumah tangga adalah impian terindah. Bagaimana tidak, jika wanita mampu mengurus suaminya dengan baik, mengurus anaknya menjadi penuntut ilmu, semua berada dalam dimensi ibadah, inilah pencapaian tertinggi.


Lihatlah dalam sejarah, para Nabi alayhimussalam bisa berdakwah dengan sukses karena didampingi istri yang salehah. Nabi Ibrahim menikah dengan Hajar, lahirlah anak saleh. Nabi Muhammad Shallallahu alayhi wasallam didampingi Khadijah akhirnya Nabi sukses dalam berdakwah.


Tantangan hari ini adalah justru banyak wanita lebih memilih jurusan tertentu untuk masuk ke ruang industri. Wanita lebih memilih jurusan yang menjanjikan secara finansial. Padahal wanita itu harus juga memikirkan masa depannya. Yaitu: menikah.


Menikah bukan hal yang sederhana dalam konteks perjalanannya. Di dalam perjalanan pernikahan dibutuhkan kesabaran, cinta, pemahaman, ilmu, pendidikan, dsb-nya. Dan semua kompleksitas pernikahan harus dijalani dengan ilmu agama. Bukan semata karena cinta saja.


Ada beberapa wanita yang tidak tahu mengurus suami. Tidak tahu menyenangkan suami. Tidak tahu memasak. Tidak paham mengurus anak. Tidak tahu merawat diri sendiri demi menyenangkan suami. 


Belum lagi wanita hari ini tidak sadar dengan hakikat penciptaannya. Yaitu menemani suami. 


Kronologisnya seperti ini, saat Adam tertidur maka Allah pun mencabut tulang rusuknya. Dari situlah Hawa diciptakan. Tatkala Hawa telah berada di samping suaminya, kagetlah Adam. 


Lalu bertanya, "Siapa kamu?" 


"Saya Hawa," tutur Hawa.


"Untuk apa kamu diciptakan?"


"Untuk menemanimu."


Konteks seperti ini beberapa istri tidak memahaminya. Bahwa hakikat kehadiran istri adalah menemani suami. Menemani suami di rumah agar lebih tenang. Menemani anak-anak di rumah agar anak-anak dipantau ibadahnya dan keilmuannya.


Kehadiran Prodi Sarjana Ibu Rumah tangga mungkin terlihat utopis. Tapi bukan berarti hal itu tidak bisa terwujud. Prodi ini bisa dihadirkan dalam skala mikro, yaitu pembelajaran personal. Dimana tiap wanita menghadirkan semangat belajar ilmu agama, khususnya terkait membina rumah tangga.


Selamat datang Sarjana Ibu Rumah Tangga!


Gowa, 11 Agustus 2021



Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Air Ajaib? Faktanya Air PDAM yang Bocor

Pertemuan Setelah 13 Tahun: Sebuah Renungan tentang Menjadi Guru