Jangan Jadi Penikmat Konten Saja, Menulislah, Saudaraku!

 Oleh: Kusnandar Putra


Kalau Anda mau ambil bagian dalam kebaikan, segeralah menulis di media sosial. Kebaikan di media sosial begitu banyak bisa dikerjakan, bisa menyajikan tulisan yang menyemangati, menuliskan hal-hal positif, dsb-nya. Makanya saat kita menggenggam smartphone, jangan jadi penikmat saja. Jangan hanya suka scroling. Tapi ambil bagian dalam kebaikan.


Beberapa orang malas menulis karena mereka sudah dimanjakan oleh klaim "sudah ada yang mewakili". Akhirnya, dunia menulis ini hanya dilakoni oleh orang-orang tertentu. 


Ingat..


Menulis bukan hanya digeluti oleh sastrawan. Karena menulis ini adalah sebuah proses. Yang mana tiap manusia pun bisa melakukannya. Tiap segmen usia bisa menorehkan gagasannya. Menuliskan pengalaman, tips, dakwah, motivasi, dll, ini semua menu yang bisa dipilih.


Sesungguhnya tips menulis sederhana:

MEMAKSA MENULIS.


Itu saja menjadi platform pertama. Harus dipaksa dulu. Sekali lagi: dipaksa. Seperti saya saat ini memaksa diri menulis di HP menggunakan notes. Pemaksaan seperti ini memang tidak sederhana, harus meninggalkan distraksi (pengganggu). Seperti, jangan dulu baca chat di WA, jangan buka FB, dan ragam pengganggu. Selesaikan dulu 1 tulisan lalu pindah ke kegiatan lain.


Sekarang timbul pertanyaan: apa yang ditulis? Tulislah yang Anda kuasai. Kalau Anda di bidang pendidikan, coba berbagi ke khalayak tentang pendidikan. Demikian juga jika Anda suka dengan perubahan sosial maka menulislah konten dakwah. 


"Kalau tulisan saya jelek?"


Semua tulisan bakal indah di media sosial. Karena di smartphone font-nya banyak pilihan. Tidak sama dengan menulis tangan butuh ketelitian. Makanya, keadaan seperti ini menjadi alasan kuat agar Anda menulis.


Kalau tulisan jelek dalam konteks penyajiannya, tidak masalah, karena semua berproses. Lagi pula nanti ada bagian editing. Di situlah nanti Anda mengedit.


Sudah saatnya Anda berjuang lewat tulisan. Jangan jadi penikmat konten saja, tapi naik level lagi, yaitu menulis konten.


Gowa, 12 Agustus 2021

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Air Ajaib? Faktanya Air PDAM yang Bocor

Pertemuan Setelah 13 Tahun: Sebuah Renungan tentang Menjadi Guru