Kalau Menulis Buku, Beri Contoh, Dong..

 Oleh: Kusnandar Putra


Beberapa kali saya membaca buku panduan, how to, tapi isinya teoritis. Tidak memberikan contoh pada tiap pembahasannya. Akhirnya, buku ini biasa-biasa saja. Tidak ada pembedanya dari buku-buku lain.


Sejak beberapa hari lalu saya membaca buku tentang panduan penulisan karya ilmiah. Tapi, nyaris beberapa buku yang saya baca tidak ada contohnya. Tidak ada contoh penulisan Bab II, tidak ada contoh parafrasa, tidak ada contoh penyampaian argumentasi penulis.


Seharusnya si penulis itu sadar bahwa menulis adalah proses komunikasi. Komunikasi adalah proses penyampaian gagasan yang memberikan pemahaman kepada khalayak. Jadi, poinnya adalah memberikan pemahaman.


Sehingga, si penulis harusnya sadar jika ia menyampaikan gagasan, harus bertanya dalam diri,


"Apakah pembaca saya bisa paham dengan kalimat ini?"


"Apakah dengan paragraf ini, khalayak tercerdaskan?"


Ini tentunya buku panduan, how to. Bukan buku kisah. Yang tentunya tidak memerlukan contoh.


Makanya, di kursus menulis saya, sering saya sampaikan ke peserta,


"Berikan contoh."


Sebab, kita ingin membawa pembaca berada dalam ruang pemahaman. Tidak di wilayah teoritis semata.


Contoh, jika Anda menulis suatu bab di buku tentang sedekah, silakan bawakan dalilnya, tambahkan syarah dari ulama. Lalu, jangan lupa berikan contoh aplikasi sedekah.


Misalkan di dalam buku disampaikan,


"Bersedekah bisa bermacam-macam bentuknya. Seperti: Anda transfer uang ke rekening teman yang terlilit utang."


Seperti itu.


Nah, memberi contoh pada suatu pembahasan juga menjadi jawaban untuk "mempertebal buku". Hehe


Sebab, ada klaim di luar sana bahwa syarat ketebalan buku adalah 60 halaman. Artinya jika naskah Anda hanya 59 halaman, itu belum masuk kategori buku. Katakanlah itu masih makalah atau artikel panjang saja.


Alhamdulillah para peserta kursus menulis saya melewati 60 halaman, semua di atas 100 halaman. Karena selain tips memberi contoh, masih banyak tips lain yang saya tidak bisa sampaikan di sini. 


Sebab kalau Anda mau tahu, bisa join di kursus menulis naskah buku siap terbit.


Untuk itu,.

Mari kita pahamkan pembaca dengan contoh.


Gowa, 13 Agustus 2021

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Air Ajaib? Faktanya Air PDAM yang Bocor

Pertemuan Setelah 13 Tahun: Sebuah Renungan tentang Menjadi Guru