KEJADIAN NGOBROL SAAT AZAN
Oleh: Kusnandar Putra
Ada kejadian tahun 2018 di Masjid Al Markaz Makassar. Pada saat itu, Syaikh Dr. Abdul Aziz in Muhammad ad-Sadhan -hafizhahulloh- melihat beberapa jamaah tabligh akbar masih ngobrol, diskusi, saat azan Salat Ashar dikumandangkan.
Usai salat, Syaikh menasehatkan. Kata beliau, masih banyak jamaah yang bicara ketika azan. Semestinya, jamaah itu diam ketika azan. Lalu, menjawab azan. Itulah yang sunnah.
"Dahulu Ibnu Juraij di zaman lampau, mereka diam ketika azan. Seperti mereka mendengarkan al-Qur'an," kata syaikh yang diterjemhkan oleh Ustadz Abdul Mu'thi -hafizahullah-.
Belajar dari kasus seperti ini, mungkin saja masih banyak kejadian sama di tempat yang berbeda. Entah di masjid masyarakat, masjid di sebuah lembaga pendidikan, masjid di sebuah lembaga pemerintahan. Yang mana sebagian jamaah masih ngobrol saat adzan.
Olehnya disinilah pentingnya dakwah, saling menasehati jika ada kekeliruan.
Lalu, bagaimana cara menjawab azan?
Dalam sebuah referensi,
Dalam riwayat Muslim, tentang keutamaan ucapan hendaklah yang mendengarkan azan mengucapkan sebagaimana yang diucapkan muazin satu demi satu, kecuali pada kalimat hay’alatain (hayya ‘alash sholah dan hayya ‘alal falah), hendaklah mengucapkan, “LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH.” [HR. Muslim, no. 385]
Lalu apa keutamaan menjawab azan?
Yaitu hadiahnya surga bila ia menjawab azan dengan penuh keyakinan.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau bercerita,
Kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu Bilal mengumandangkan adzan. Ketika beliau sudah selesai, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ هَذَا يَقِينًا، دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Siapa yang mengucapkan seperti yang dilantunkan orang ini – Bilal – dengan yakin maka dia akan masuk surga. (HR. Ahmad 8624, Nasai 674 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)
Semoga Allah azza wajalla senanantisa mengiqomahkan kita di atas kebaikan.
Barokallohu fiikum
Comments
Post a Comment