Kendala Menulis

 Salah satu kendala yang sering ditemukan dalam profesi adalah menulis.  


Terkhusus sesuai dengan kompetensi yang kita miliki. 


Inilah kendala yang kronis mengidap kita, yang harusnya menjadi kebiasaan baik, justru kini ditinggalkan. 


Adanya kendala ini pula, membuat dunia tulis-menulis mulai ditinggalkan. 


Perhatikanlah orang-orang yang mengajar hari ini, entah itu guru, dosen, dan semisalnya. 


Memang dalam sebagian hal, mereka ada yang menulis, tapi kalau dihitung probabilitasnya, rasanya masih banyak yang belum mau menulis. 


Inilah kasus yang harus ditemukan kebuntuannya. 


Agar apa? 


Agar kembali menyadarkan kita bahwa memang harus ada upaya dalam perbaikan pemikiran ini.


Otak tentunya butuh diasa. 

Salah satunya dengan tulisan. 


Alangkah adilnya jika ada sifat perhatian kita terhadap masa depan generasi. Kalau dunia tulis menulis itu hilang, berarti kita telah berani mengatakan "Saya tidak siap membagikan ilmu pada orang lain". 


Sementara tanpa pengalaman, orang sulit belajar.


Karena itulah, mengembalikan apa yang selama ini ditinggalkan adalah kewajiban. 


Tulisan jangan dianggap remeh! Sesederhana apapun tulisan kita, insya Allah dengan ikhlas, akan membuahkan hasil yang optimal. 


Rasa malu, enggan, malas, harus ditaklukkan. 


Jangan mengikuti kekalahan, kita harus bangkit, go writing!


Suatu saat kita akan berhadapan dengan tantangan. 


Dan solusi yang kita temukan, harus pula dibagikan pada pihak lain agar ilmu itu menyebar. 


Jangan menyembunyikan ilmu, ini bahasa sederhananya. 


Allah telah memberikan tangan kepada kita, memberikan kita potensi untuk membaca apa yang berada di sekitar kita, artinya apa? 


Harus ada refleksi atas semua yang Allah karuniakan kepada kita. 


Jangan sampai kita telah lalai akan nikmat-nikmat ini.


Paling disayangkan kalau hari ini kita telah difasilitasi oleh teknologi, seperti laptop, PC, smartphone, dsb yang bisa menjadi sarana buat menulis, tapi kita malah meninggalkannya?


 Kalau begitu, untuk apa fasilitas mewah ini? 


Kita malah hidup dalam lingkungan hedon tanpa arah.


Mari kita kembalikan budaya menulis!


Tentunya tulisan yang baik-baik saja.


Wallohu a'lam...[]


Salam

Kusnandar Putra

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Air Ajaib? Faktanya Air PDAM yang Bocor

Pertemuan Setelah 13 Tahun: Sebuah Renungan tentang Menjadi Guru