"Kepada" dan "Dengan"

 


Oleh: Kusnandar Putra 


Seorang pembicara pendidikan pernah membedakan antara berbicara "kepada" dan berbicara "dengan".


Katanya, fakta terbesar bahwa banyak guru yang menggunakan berbicara "kepada" siswa, bukan berbicara "dengan" siswa.


Ini menjadi menarik.

Apa, sih, bedanya?


Banyak sudut bisa kita lihat, misalkan berbicara "kepada" cenderung menganggap siswa sebagai objek semata. Tidak diberikan ruang untuk menyampaikan ide, gagasan, dll.


Namun, berbicara "dengan", selain guru bisa memberikan stimulus, siswa juga bisa memberikan gagasan baru. Di situ ada tukar pikiran sesama siswa. Guru memberikan ruang untuk menyampaikan presentase. Dari sini, siswa bisa dianggap juga sebagai subjek.


Di lain sisi, berbicara "dengan" akan terlihat akrab karena ada ruang kedekatan di situ. Bahkan guru akan melihat lebih dalam karakter siswa. Karena hadirnya keterbukaan dalam diksi "dengan".


Sebenarnya, ada saatnya guru boleh bicara "kepada". Tapi, guru jangan lupa dan jangan sampai tidak pernah bicara "dengan".


Mari kita hikmah dalam komunikasi dengan siswa.


Makas

sar, 12 Oktober 2022


Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Air Ajaib? Faktanya Air PDAM yang Bocor

Pertemuan Setelah 13 Tahun: Sebuah Renungan tentang Menjadi Guru