KISAH SUPIR BUS

 


Di sebuah tempat, ada perbuatan supir bus anak SD yang cukup menarik. Dia tidak hanya mengantarkan siswa sampai di depan sekolah. Tapi, juga dia sekaligus mengantarkan siswa masuk ke dalam sekolah dengan aman. 


Seseorang akhirnya bertanya kepada supir ini, kira-kira seperti ini pertanyaannya, "Kenapa Anda mengantarkan sampai masuk ke dalam sekolah. Bukankah cukup di depan sekolah saja tanpa harus turun mengantar sampai masuk?"


Si supir menjawab, "Saudara, Anda tidak pernah tahu, siapa tahu salah seorang siswa tersebut nanti menjadi presiden... Jadi, yang saya antar bukan sekadar siswa biasa, tapi para calon pemimpin.."


Masyaallah, ini sangat menarik. Tentang bagaimana memvisualisasikan kinerja. Bahwa apa yang kita perbuat sebenarnya sesuatu yang "besar" jika kita niatkan memang "besar".


Oleh sebab itu, pembahas niat sangat penting selalu ditata. Beda niat, akan membedakan pahala juga. 


Ambil contoh, tentang mandi.

Orang pertama mandi karena suatu kebiasaan saja. Orang kedua mandi dengan niat karena ingin bersih dengan maksimal untuk salat menghadap kepada Allah. 


Sangat penting mempelajari niat ini,


Sufyan Ats Tsauriy berkata, “Dahulu orang-orang mempelajari niat sebagaimana kalian mempelajari amal”.


Ibnu Hazm mengatakan, “Niat itu rahasia suatu ibadah dan ruhnya”.


Dari ini kita paham, amal yang kecil bisa menjadi besar karena niat yang benar, dan amal yang besar menjadi kecil karena niat.


So, mari tata niat dengan baik dalam beramal. Orientasikan niat kepada hal-hal besar sehingga aktivitas kita bisa powerfull. Barokallohu fiikum. []


Gowa, 13 Agustus 2023


✍️Kusnandar Putra, S.Pd., M.Sos.

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Air Ajaib? Faktanya Air PDAM yang Bocor

Pertemuan Setelah 13 Tahun: Sebuah Renungan tentang Menjadi Guru