Masih Ada Korupsi Belum Terungkap

Oleh: Kusnandar Putra


Belakangan ini, kita dikagetkan dengan berita korupsi dengan angka fantastis. Sebutlah milyaran. Entah motif apa untuk melakukan itu.


Semoga Allah azza wajalla menjauhkan kita dari fitnah harta.


Di dalam KBBI, korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain.


Dalam Jurnal An Nida', korupsi sudah berlangsung sejak zaman Romawi Kuno, Babilonia sampai pada abad pertengahan, hingga sekarang. 


Pada zaman Romawi Kuno korupsi dilakukan oleh para Jenderal dengan cara memeras daerah jajahannya untuk memperkaya dirinya sendiri. Pada abad pertengahan, para bangsawan istana kerajaan juga melakukan praktik korupsi. 


Pendek kata, korupsi yang merupakan benalu sosial dan masalah besar, sudah berlangsung dan tercatat dalam sejarah Babilonia, Ibrani, India, China, Yunani, dan Romawi Kuno.


Sebenarnya, larangan korupsi itu banyak. Dari Al-Qur'an maupun Al-Hadis.


Contoh,


Rasulullah shallallahu alayhi wasallam pernah bertanya kepada para sahabatnya,


"Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?”


Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut di tengah-tengah kita adalah orang yang tidak punya dirham (uang perak) dan tidak punya harta.”


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah yang datang pada hari kiamat nanti dengan membawa (amal) shalat, puasa, dan zakat, (namun) ia telah mencerca ini (seseorang), menuduh orang (berzina), MEMAKAN HARTA ORANG, menumpahkan darah orang, dan memukul orang. (Orang) ini diberi (amal) kebaikannya dan yang ini diberi dari kebaikannya. Apabila amal kebaikannya habis sebelum terbayar (semua) tanggungannya, dosa-dosa mereka (yang dizalimi) diambil lalu ditimpakan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim)


Sejak di masa Rasulullah shallallahu alayhi wasallam, memakan harta orang itu sangat dilarang. Bukan hanya beresiko pada masalah sosial, tapi juga pada orientasi akhirat. Yaitu penyebab masuk neraka. Naudzubillah.


Apalagi korupsi ini bukan hanya menyelewengkan harta 1 orang tapi banyak orang. Kiranya ini menjadi persoalan serius.


Namun..


Ada juga korupsi yang lebih parah. Bahkan, bukan hanya berefek masuk neraka, namun juga neraka + kekal. Wal iyadzubillah.


Korupsi apa itu?

KORUPSI HAK ALLAH. Alias syirik.


Syaikh Shalih Al Fauzah mengatakan,

"Syirik adalah memalingkan suatu jenis ibadah kepada selain Allah azza wajalla."


Timbul pertanyaan, apa itu ibadah?


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah memberikan jawaban,

"Ibadah adalah satu kata yang mencakup segala hal yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, baik itu perkataan maupun perbuatan, perkara batin maupun zahir."


Nah, apa saja yang Allah cintai dan ridai?


Di antaranya: 

-Doa, 

-Khauf (takut), 

-Raja` (berharap), 

-Tawakkal, 

-Raghbah (berharap), 

-Rahbah (takut), 

-Khusyu’, 

-Khasyyah (takut atas dasar ilmu), 

-Inabah (taubat), 

-Isti’anah (minta pertolongan),

-Isti’adzah (minta perlindungan), 

-Istighatsah (minta pertolongan saat genting), 

-Menyembelih, 

-Bernadzar, dan 

-Ibadah-ibadah lainnya yang diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala secara keseluruhan. 


Itulah semua hak Allah. Tidak boleh dikorupsi. Jangan dipindahkan ke siapa pun. Entah ke malaikat, nabi, patung, manusia, kuburan, dsb.


Itu KORUPSI TERBESAR.


Tidak boleh "doa" diserahkan ke patung, malaikat, bahkan nabi.


Bahkan, saya pernah mendengarkan langsung di youtube, seorang ustaz berdoa kepada nabi sambil mengajak jamaah,


"Ya Rasulullah, berikanlah kami syafaatmu." Sambil ia menangis.


Laa ilaha illallah.

Ini korupsi doa.


Dalilnya adalah firman Allah azza wajalla,


﴿وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللهِ أَحَدًا﴾


“Dan sesungguhnya masjid-masjid adalah milik Allah, maka janganlah kamu berdoa kepada seorang pun bersama Allah.” (QS. Al-Jin: 18)


Sudah saatnya kaum muslimin pun belajar apa saja HAK ALLAH. Diperdalam pembahasannya. Diilmui.


Sebab, kapan ibadah diselewengkan, amalan yang selama ini kita kerjakan, akan sia-sia. Bakal dihapus. 


Allah azza wajalla berfirman dalam Al Qur’an yang mulia:


وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ


“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu berbuat syirik, niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65)


Bayangkan, para nabi saja diwanti-wanti, jika berbuat syirik, resikonya amal terhapus. Apalagi kita manusia biasa.


Belajar kembali tentang tauhid. Baca kitab tauhid, syarah kitab tauhid, pembatal keislaman, tsalasatul ushul, dsb.


Ulama kita sangat berjasa dalam pendidikan tauhid, sudah banyak karya bisa kita baca. Sisa kitanya mau atau tidak belajar.


Semoga kita dijauhkan dari KORUPSI HAK ALLAH. Amin []

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Air Ajaib? Faktanya Air PDAM yang Bocor

Pertemuan Setelah 13 Tahun: Sebuah Renungan tentang Menjadi Guru