MAU KAMU AKU BERI HADIAH?

 


Oleh: Kusnandar Putra


Dari Abdurrahman bin Abu Laila, beliau berkata,


“Aku bertemu dengan Ka’ab bin ‘Ujrah kemudian beliau berkata,


'Maukah kamu aku berikan hadiah? Suatu ketika Nabi shallalluhu alayhi wasallam menghampiri kami, lalu kami berkata,


'Wahai Rasulullah, kami sudah tahu mengetahui cara mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana kami membaca shalawat untukmu?'


Maka beliau bersabda: Bacalah:


اللَّهُّم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمد كما صلَّيْتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللَّهُّم بارِكْ على محمدٍ وعلى آل محمد كما باركتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميدٌ مجيد


“Ya Allah, bershalawatlah kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkahi ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.” 

(Muttafaqun ‘alaihi)


Ada faedah menarik dari Syaikh Abdullah Alu Bassam dalam Kitab Taisirul 'Allam tentang hadis di atas. Kata beliau,


"Para salaf saling menghadiahkan berbentuk ilmu. Mereka menjadikan ilmu sebagai hadiah yang bernilai. Karena ilmu adalah hadiah terbaik."


Begitu banyak kita lihat dalam potret kehidupan Nabi shallallahu alayhi wasallam tentang hadiah ilmu ini.


Contohnya:


Saat Mu'adz bin Jabal radiyallahu anhu akan berangkat ke Yaman, Nabi shallallahu alayhi wasallam pun berpesan, "Ya Mu’adz bertakwalah kamu kepada Allah, pergaulilah manusia dengan akhlak yang terpuji..."


Seorang lelaki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah aku wasiat.” 


Beliau menjawab, “Janganlah engkau marah.”


Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (selalu) menjawab, 


“Janganlah engkau marah.”


Belajar dari hal ini, sebenarnya seorang muslim itu punya banyak jalan kebaikan. Dia senantiasa bisa memberikan hadiah kepada saudaranya. Bahkan hadiah ini tidak harus mengeluarkan biaya. Itulah hadiah ilmu.


Maka,..


Wahai para suami, berilah hadiah kepada istrimu. Ajarkan aqidah..


Wahai para orang tua, berilah hadiah ilmu kepada anakmu. Ajarkan mencintai Allah dan Rasul-Nya..


Wahai para guru, berilah hadiah kepada muridmu. Ajarkan adab...


Wahai kaum muslimin, berilah hadiah kepada siapa pun. Ajarkan mereka akhlak yang mulia...


Semoga Allah azza wajalla senantiasa memberikan kita ilmu yang dengannya kita bisa berbagi kepada manusia yang lainnya. Amin.


Gowa, 29 Oktober 2022






Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Air Ajaib? Faktanya Air PDAM yang Bocor

Pertemuan Setelah 13 Tahun: Sebuah Renungan tentang Menjadi Guru