Mengapa Wanita Hari Ini Perlu Berkaca kepada Zainab binti Khuzaimah?
Oleh: Kusnandar Putra
Zainab binti Khuzaimah. Masih ingat? Ya, beliau adalah salah satu dari istri Rasulullah shallallhu alayhiwasallam. Dikenal kelemahlembutannya terhadap orang-orang miskin.
Zainab binti Khuzaimah terkenal dengan sifat kemurahhatiannya, kedermawanannya, dan sifat santunnya terhadap orang-orang miskin yang dia utamakan daripada kepada dirinya sendiri.
Nah, beliau Ummul-Mukminin. Harusnya menjadi teladan buat wanita di zaman ini.
Sebab, sifat kedermawanan, penyantun buat orang miskin ini berat bagi sebagian wanita. Ini butuh perjuangan dan bisa dikatakan dia orang-orang pilihan.
Sebab, tidak ini adalah jihad harta. Kadang kalau mau bersedekah, dipikir lagi, "Kalau saya beri uang, saya sendiri gimana? Saya juga butuh." Nah, ini menjadi tantangan sendiri.
Padahal, bisa kita renungkan kembali sebuah hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Wahai wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah beristighfar (mohon ampun kepada Allâh) karena sungguh aku melihat kalian sebagai penghuni neraka yang paling banyak.”
(HR. Muslim)
Bersedekah harta, ini pada tataran praktik. Bukan semata teori. Bersedekah artinya siap mengeluarkan harta dari dompet pribadi lalu ditaruh ke celengan masjid. Bersedekah artinya mentransfer dana di rekening pribadi ke yayasan/lembaga yang membutuhkan. Bersedekah berarti menyisihkan harta lalu dibagi ke keluarga, katakanlah ke orang tua, kakak, adik, dsb. Ini semua contoh.
Jangan lupa, sedekah juga bisa dalam bentuk sajian kuliner. Ingat, ada tetangga kita.
Rasulullah shallallahu ‘alahi wassalam bersabda kepada Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu,
يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ
“Wahai Abu Dzar, apabila kamu memasak sayur (daging kuah) maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu.” (HR. Muslim)
Peran wanita banyak di dapur. Olehnya itu, saat selesai memasak, coba "tantang diri" distribusikan kari ayam yang sudah dimasak, sayur, dsb.
Di sinilah kebahagiaan akan hadir. Jika selama ini hidup wanita terasa hambar, banyak masalah, cobalah bersedekah. Insyaallah rasa bahagia itu muncul.
Lara B. Aknin (2013) pernah meneliti tentang hubungan berbagi harta dan kebahagiaan. Hasilnya bahwa manusia memperoleh kebagiaan dari penggunaan sumber keuangan mereka untuk membantu orang lain.
Tak heran, ada 2 sosok muslimah di masa dahulu pun sangat senang berbagi.
Ingat siapa mereka?
Ya, Asma' dan Aisyah rodiyallahu anhumaa.
Abdullah bin Zubair -rodiyallohu anhu- berkata,
"Aku tidak pernah melihat 2 orang wanita yang lebih dermawan dibanding Aisyah dan Asma'. Cara kedermawanan mereka berdua berbeda.
Adapan Aisyah rodiyallohu anha, dia biasa mengumpulkan sesuatu dengan yang lainnya hingga terkumpul. Lalu, dia membagikannya.
Sementara Asma' rodiyallohu anha, dia tidak pernah menahan apapun untuk hari esok (langsung dia sedekahkan hari itu juga, ed-)."
(Adabul Mufrod, Shahih Isnad)
Semoga memberi inspirasi buat seluruh muslimah. Berkaca dari sosok-sosok terbaik di masa lampau. []
Gowa, 13/12/2020
Comments
Post a Comment