Motor Baru Kelas 12A

 


Ada momentum menarik. Beberapa hari yang lalu, saat mengajar di kelas 12A. Saya melihat beberapa anak diberikan oleh Allah rezeki berupa motor baru. Alhamdulillah.


Lalu di sela-sela pelajaran saya mengatakan,


"Alhamdulillah, beberapa siswa, saya lihat punya motor baru. Hendaknya disyukuri, ya."


Lalu saya bertanya, 


"Tahu, tidak, kapan orang dikatakan dia bersyukur?"


Macam-macam jawaban mulai terlontar. Ada yang menjawab: mengucapkan alhamdulillah, ini, itu, macam-macam.


Maka, saya sampaikan bahwa ada 3 syarat syukur. Dan beberapa dari siswa hanya bisa menjawab syarat ke-2 saja.


Kami sampaikan bahwa,

"Syarat syukur ada 3: 

1. Mengakui nikmat itu berasal dari Allah. Kalian tidak boleh menyadarkan bahwa semata hadiah motor itu dari orang tua. Tapi sandarkan dari Allah.


2. Memuji Allah atas nikmat tersebut. Dengan ucapan "Alhamdulillah".


3. Manfaatkan nikmat dalam ketaatan. Jangan pakai motor ke tempat maksiat. Pakai motor ke masjid, majelis ilmu, dll."


Semoga siswa mengambil faedah kala itu.


Namun, 1 hal yang menjadi pelajaran besar saat itu. Bahwa kadang anak didik kita butuh nasehat di momentum tertentu. 


Sebagaimana Nabi shallallahu alayhi wasallam pernah memberikan pengajaran di kala bulan purnama.


"Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana melihat bulan purnama tanpa berdesakan melihatnya..." (HR Bukhari Muslim)


Juga, ketika itu ada sekelompok tawanan. Salah satunya ada ibu menggendong bayi dan menyusuinya. 


Lalu, Nabi bertanya, "Apakah wanita ini akan tega melemparkan bayinya ke dalam api?"


"Tidak mungkin!" jawab orang-orang itu.


"Sungguh, Allah lebih sayang kepada hamba hamba-Nya dari sayangnya wanita ini kepada anaknya." (Muttafaqun Alaih)


Masyaallah. Inilah panduan indah dalam Islam. Mendidik tidak mengenal tempat, tidak mengenal waktu, tetap berjalan terus.


Sesibuk apapun kita, hendaknya jangan lewatkan momentum dakwah. 


Siapa yang sangka, jika dakwah itu membawa perubahan kepada siswa-siswi dalam kehidupannya.


Barokallohu fiikum



Makassar, 1 Oktober 2022

Kusnandar Putra





Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Air Ajaib? Faktanya Air PDAM yang Bocor

Pertemuan Setelah 13 Tahun: Sebuah Renungan tentang Menjadi Guru