ORIENTASINYA KE AKHIRAT

 


Oleh: Kusnandar Putra


Fatimah, istri Umar bin Abdul Aziz rohimahullah menghampiri suaminya di tempat sholatnya, sementara tangannya diletakkan di pipinya. Air matanya menetes. Fatimah bertanya, "Wahai Amirul Mukminin, apa gerangan yang terjadi?"


Umar menjawab, "Wahai Fatimah, sesungguhnya aku memikul urusan umat Nabi Muhammad. Aku merenungkan si miskin yang kelaparan. Si sakit yang terlunta-lunta. Si tuna sandang yang kelelahan. Orang yang dianiaya yang tak bisa melawan. Orang jauh yang tertawan. Orang lanjut usia dan orang yang berkeluarga di belahan bumi.


Aku menyadari bahwa Rabbku akan bertanya kepadaku tentang mereka semua.. Aku khawatir alasanku tak diterima saat itu maka aku menangis karena kasihan terhadap diriku sendiri."


(Syiar A'lamin Nubala, 5/89)


Coba resapi kisah menggugah ini. Inilah pemikiran seorang muslim yang hakiki. Bahwa apa yang dikerjakannya harus berorientasi ke akhirat. Orientasinya tentang pertanggung jawabannya kepada Allah azza wajalla.


Seorang muslim harusnya selalu dalam koridor pemikiran akhirat. Diarahkan selalu apakah amalannya akan membawanya ke dalam surga atau neraka? Nauzubillah.


Jangan berpikir hanya skala dunia saja. Hal itu tidak melahirkan suasana takut kepada Allah. Hal itu tidak memberikan kebahagiaan hakiki.


Ambil contoh, Anda berdagang. Kalau dalam mindset hanya untung semata, ini kurang sempurna. Tambahkan 1 poin, yaitu mencari nafkah adalah perintah Allah. Sehingga yang lahir adalah antisipasi, jangan sampai curang dalam jual beli, jangan sampai riba, jangan sampai memalsukan nota.


Pelajaran dari kisah Umar bin Abdul Aziz di atas membawa kita kepada kesimpulan bahwa seorang muslim adalah hamba Allah. Apapun profesinya. Entah pemimpin, pegawai, sipil, dll. Dia adalah hamba Allah. Bukan hamba dunia, bukan hamba harta.


Insyaallah, jika ini terwujud, kehidupan berkah akan kita raih. 


 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ


Andaikata penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Tetapi, mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. [al-A’râf/7:96].


Gowa,

2 Januari 2023 


----


Baca tulisan lainnya di sini

Klik >> http://facebook.com/kusnandarputra7

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Air Ajaib? Faktanya Air PDAM yang Bocor

Pertemuan Setelah 13 Tahun: Sebuah Renungan tentang Menjadi Guru