(Part 2) Cara Mendampingi Anak SMA Agar Sukses di Masa Depan yang Jarang Diketahui

Oleh: Kusnandar Putra, S.Pd., M.Sos., C.P.S.


Untuk menjadikan anak SMA berhasil di masa depannya, selanjutnya adalah:


5. Memotivasi Anak untuk Mandiri


Anak SMA adalah usia yang produktif. Tenaga mereka masih fresh. Sehingga, jangan dibiarkan banyak santai.


Ibnul Qoyyim rohimahulloh mengatakan, "Orang tua wajib menjauhkan anak dari kemalasan, menganggur, dan santai. Hendaknya membiasakan anak untuk bekerja.."


Tentu saja bekerja di sini bukan dalam pengertian seperti kerja berat. Dan tidak dalam kondisi mengganggu ruang menuntut ilmu. 


Yahya bin Abi Katsir mengatakan, "Ilmu tidak didapat dengan tubuh yang santai."


Mulailah motivasi anak untuk sholat tahajjud mandiri, sholat syuruq, masak sendiri, cuci pakaianya sendiri, dll.


6. Memerintahkan kepada Anak Akhwat untuk Berhijab


Allah azza wajalla berfirman,


يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَاۤءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّۗ ذٰلِكَ اَدْنٰىٓ اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا ۝٥٩


"Wahai Nabi (Muhammad), katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin supaya mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al Ahzab: 59)


Dari Ummu ‘Athiyyah, ia berkata, “Pada dua hari raya, kami diperintahkan untuk mengeluarkan wanita-wanita haid dan gadis-gadis pingitan untuk menghadiri jamaah kaum muslimin dan doa mereka. Tetapi wanita-wanita haid harus menjauhi tempat shalat mereka. Seorang wanita bertanya:, “Wahai Rasulullah, seorang wanita di antara kami tidak memiliki jilbab (bolehkan dia keluar)?” Beliau menjawab, “Hendaklah kawannya meminjamkan jilbabnya untuk dipakai wanita tersebut.” 

(HR. Bukhari no. 351 dan Muslim no. 890)


Dua dalil di atas menunjukkan wajibnya memakai hijab. Yang menutupi aurat.


Anak SMA akhwat perlu tahu dalil dalil seperti di atas, tentunya dibantu oleh orang tua bahwa behijab itu perintah Allah azza wajalla. Bukan semata-mata perintah orang tua atau aturan sekolah.


Perintah berhijab dari Allah dan Rasul-Nya. Bukti bahwa kita cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, terlihat dari realisasi berhijab.


7. Mendidik Anak Belajar Bertanggung Jawab dan Amanah


Anak SMA dihukumi orang yang mukallaf (dibebani hukum). Sehingga dia akan bertanggung jawab dengan apa yang dia emban nantinya di sisi Allah azza wajalla. 


Orang tua harus pahamkan hal ini kepada anak. Baik itu harta yang dia miliki, harus dia tahu kemana dia belanjakan.


Ibnu Umar mengatakan, 

Aku mendengar Rasulullah shallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Seorang imam adalah pemimpin, dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang dipimpinnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin di keluarganya, dan ia bertanggung jawab atas keluarga yang dipimpinnya. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya, dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang pelayan adalah pemimpin terhadap harta milik tuannya dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Masing-masing kalian adalah pemimpin, dan akan bertanggung jawab atas rakyat yang dipimpinnya.” 

(Muttafaq ‘alaih)


8. Menjaga Pikiran Anak Agar Tidak Menyimpang


Banyaknya pemikiran yang menyimpang: liberalisme, sekularisme, pluralisme, Syiah, khawarij, dll semua ini harus diwaspadai.


Anak SMA harus bagus cara berpikir mereka sesuai dengan tuntunan Islam.


Coba renungkan ayat ini mengenai kisah Nabi Ya’qub,


ﺃَﻡْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺷُﻬَﺪَﺍﺀَ ﺇِﺫْ ﺣَﻀَﺮَ ﻳَﻌْﻘُﻮﺏَ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕُ ﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﻟِﺒَﻨِﻴﻪِ ﻣَﺎ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﻥَ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻱ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻧَﻌْﺒُﺪُ ﺇِﻟَٰﻬَﻚَ ﻭَﺇِﻟَٰﻪَ ﺁﺑَﺎﺋِﻚَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﻭَﺇِﺳْﻤَﺎﻋِﻴﻞَ ﻭَﺇِﺳْﺤَﺎﻕَ ﺇِﻟَٰﻬًﺎ ﻭَﺍﺣِﺪًﺍ ﻭَﻧَﺤْﻦُ ﻟَﻪُ ﻣُﺴْﻠِﻤُﻮﻥَ


“Adakah kamu hadir ketika Ya’kub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: ”Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab:”Kami akan menyembah Sesembahanmu dan Sesembahan nenek moyangmu; Ibrahim, Isma’il, dan Ishak, (yaitu) Sesembahan satu-satu-Nya yang Maha Esa dan kami hanya tunduk kepada-Nya”. 

(QS. Al-Baqarah: 133)


Dalam Tafsir Al-Baghawi dijelaskan bahwa nabi Ya’qub benar-benar ingin memastikan anak dan cucunya memiliki akidah yang baik. Beliau mengumpulkan semua anak dan cucunya menjelang kematiannya untuk memastikan hal ini. Al-Baghawi berkata,


ﻓﺠﻤﻊ ﻭﻟﺪﻩ ﻭﻭﻟﺪ ﻭﻟﺪﻩ ، ﻭﻗﺎﻝ ﻟﻬﻢ ﻗﺪ ﺣﻀﺮ ﺃﺟﻠﻲ ﻓﻤﺎ ﺗﻌﺒﺪﻭﻥ ﻣﻦ ﺑﻌﺪﻱ


“Nabi Ya’qub pun mengumpulkan anak dan cucunya, kemudian bertanya kepada mereka tatkala akan datang ajalnya, apa yang akan mereka sembah setelah kematiannya.” 

(Lihat Tafsir Al-Baghawi)


Olehnya itu, orang tua boleh diskusi dengan anak untuk mengetahui apakah anak masih adalah koridor pemikiran yang baik. Aqidah yang lurus. 


Semoga Allah azza memberkahi kita semua. Amin


Gowa, 18 September 2024


Link part 1 di sini >> https://quoteskusnandarputra.blogspot.com/2024/09/cara-mendampingi-anak-sma-agar-sukses.html?m=1

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Air Ajaib? Faktanya Air PDAM yang Bocor

Pertemuan Setelah 13 Tahun: Sebuah Renungan tentang Menjadi Guru