Perdana Anak SMA Al Bayyinah Khutbah Jumat
Oleh: Kusnandar Putra
Jumat ini, 1 Maret 2024, sebuah momen istimewa di Masjid Ash Sholihin Sekolah Islam Al Bayyinah Makassar.
Ketika pertama kalinya, seorang anak SMA berkhutbah Jumat.
Tema yang disampaikan adalah tentang peran pemuda di dalam Islam.
Seperti hendaknya pemuda menjaga aqidahnya, tidak melakukan kesyirikan, senantiasa menuntut ilmu, bedakwah, dan menjauhi maksiat
Ada yang menarik. Ketika dia menyampaikan kisah sahabat yang semangat menuntut ilmu. Yaitu kisah Jabir bin Abdillah yang berada Madinah dan Abdullah bin Unais di Syam.
Kisah lengkapnya seperti ini,
Kata Jabir,
“Telah sampai kepadaku sebuah hadits dari seseorang yang langsung mendengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (sedangkan aku tidak mendengar dari Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam).”
Jabir berkata, “Aku pun bersegera membeli seekor unta. Aku persiapkan bekal perjalananku dan aku tempuh perjalanan satu bulan untuk menemuinya, hingga sampailah aku ke Syam.
Ternyata orang tersebut adalah Abdullah bin Unais.”
Aku berkata kepada penjaga pintu rumahnya,
“Sampaikan kepada tuanmu bahwa Jabir sedang menunggu di pintu.”
Penjaga itu masuk dan menyampaikan pesan itu kepada Abdullah bin Unais.
Abdullah bertanya, “Jabir bin Abdillah?”
Aku menjawab, “Ya, benar!”
Abdullah bin Unais bergegas keluar, lalu dia merangkulku dan aku pun merangkulnya.”
Aku berkata kepadanya,
“Telah sampai kepadaku sebuah hadits, dikabarkan bahwa engkau mendengarnya langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang qishash (pembalasan atas kezaliman di hari kiamat). Saya khawatir engkau meninggal terlebih dahulu atau aku yang lebih dahulu meninggal sementara aku belum sempat mendengarnya.”
Masyaallah betapa semangatnya para sahabat dulu untuk mendengarkan hadis.
Perhatikan! Hanya untuk 1 hadis dia akhirnya melakukan perjalanan 1 bulan, bukan 1 buku.
Itu semua dilakukan karena ilmu adalah jalan menuju surga.
Kehadiran seorang remaja SMA Al Bayyinah di mimbar khutbah Jumat, tentunya dengan ilmu, adalah buktinya nyata bahwa dakwah harus saling tolong menolong.
Ada yang berdakwah di sektor A, ada di B, dan ada juga anak muda ambil bagian.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya."
(QS. al-Mâidah:2)
Pemuda adalah harapan masa depan umat Islam. Melalui pembinaan dan dorongan yang tepat, kita dapat merawat semangat berdakwah dalam diri mereka.
Momen bersejarah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kita perlu memberikan perhatian dan bimbingan kepada generasi penerus agar semangat dakwah terus berkobar di tengah-tengah masyarakat.
Semoga langkah-langkah berani anak SMA Al Bayyinah ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk ikut terlibat dalam penyebaran dakwah.
Barokallohu fiikum
Gowa, 1 Maret 2024
Comments
Post a Comment