SISWA INI CURHAT
Oleh: Kusnandar Putra
Salah seorang siswa SMA sempat bertanya ke saya,
"Ustaz, bagaimana cara mengatasi rasa cemas di masa depan?"
Dia bercerita bahwa dia takut menghadapi masa depan karena kompleksnya menuju kesuksesan. Dia ingin bahagia di masa depan tanpa ada rasa kecemasan.
Lalu saya jawab, "Orang yang bahagia itu adalah orang makin sedikit syarat bahagianya."
"Apa maksudnya, Ustaz?" dia penasaran.
"Maksudnya gini, kalau kamu mau bahagia yang simpel, rumusnya sederhana: jangan banyak syarat menjadi bahagia. Jangan nanti punya A + punya B + C baru bahagia. Jangan.
Walaupun hanya punya A, itu harusnya menjadikan kamu bahagia."
Akhirnya dia merenung.
Saya teringat dengan sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ هُدِىَ إِلَى الإِسْلاَمِ وَرُزِقَ الْكَفَافَ وَقَنِعَ بِهِ
”Sungguh beruntung orang yang diberi petunjuk dalam Islam, diberi rizki yang cukup, dan qana’ah (merasa cukup) dengan rezki tersebut.”
(HR. Ibnu Majah no. 4138)
Konsep kebahagian itu simpel, qona'ah saja. Merasa cukup dengan apa yang ada.
Kalau memang sudah memiliki A, alhamdulillah. Jadikan itu kesyukuran paling tinggi. Tak mesti nanti harus ada BCDEFG.
Kalau memang mendapatkan BCDEFG, tambah lagi kesyukurannya. Seterusnya begitu.
Qona'ahlah dalam hidup.
Lalu, perpanjang rasa syukur itu untuk menjadikan semakin taat kepada Allah azzawajalla.
Gowa, 23 Februari 2024
Comments
Post a Comment