Tips Menulis: Kok Sibuk Terus

 


Oleh: Kusnandar Putra 


Beberapa orang sering bertanya, "Bagaimana cara mengatur waktu dalam kepenulisan?"


Kata mereka, "Saya sibuk, pagi kerja, pulang sore, sehingga tidak ada waktu untuk menulis."


Apakah ini sebuah hambatan dalam menulis?


Tentu bagi orang yang cerdas berapa pun alokasi waktu yang dia diberikan, kalau memang dia mencintai dunia menulis maka insya Allah, pasti ada waktu yang disisihkan untuk menulis.


Saya rasa tidak ada orang yang kemudian terlalu sibuk sehingga melupakan sesuatu yang penting bagi dirinya. Dengan catatan, kalau memang menulis itu dianggap penting! 


Setidaknya ada waktu beberapa menit yang kita luangkan. Yang di situ kita menulis, berada di depan laptop atau di depan smartphone, kemudian menulis apa saja.


 Karena itulah kuncinya sebenarnya, kembali kepada pribadi kita, kembali kepada diri, apakah kita memberikan porsi yang baik bagi kebiasaan menulis ini.


Ada orang yang menulis ba'da subuh. Ada orang mungkin yang menulis jam 06.00 pagi. Ini relatif.


 Anggaplah betul-betul sibuk di situ (ba'da subuh sampai sore) maka di bisa setidaknya 17.30 itu ada peluang juga untuk menulis.


Jadi, kalau perlu kita buatkan schedule, buatkan kolom/tabel, isi jam sekian sampai jam sekian beraktifitas mencari nafkah, jam sekian sampai sekian bersama keluarga.


Nah, anggap yang paling ujung waktu itu, semisal ba'da isya 20.30 itulah waktu untuk menulis. Meskipun itu hanya 30 menit.


Mudah sekali sebenarnya!


Banyak orang sering kali menjadikan dirinya sebagai hambatan. Dirinyalah yang dijadikan "kambing hitam". Waktu disalahkan.


Padahal, waktu tidak ada masalah, yang bersalah hanya kita ini. Bagaimana cara kita mengisi waktu tersebut!


Semua orang punya kesibukan. Ada yang punya kesibukan sebagai seorang guru, kemudian punya keluarga, tapi dia punya alokasi waktu untuk nulis.


Kalau kita melihat karya ulama ulama klasik, mereka menulis itu sampai berapa jilid buku. Kalau dipikir, mereka sibuk, berdakwah, punya keluarga, punya tanggungan, mencari nafkah, tapi tetap menghasilkan sebuah karya.


Mengapa bisa?


Sekali lagi karena itu adalah persoalan diri kita sendiri. Jangan salahkan waktu! Jangan salahkan orang lain! Jangan salahkan lokasi! Jangan salahkan masyarakat!


Pertanyakan diri kita sendiri!


Olehnya itu, 2 kata kuncinya. Pertama, buatkan jadwal nulis bagi diri Anda, kedua: Anda harus istiqomah


Dalam artian, jangan sampai hari ini semangat, besok kendor lagi.


Barakallah fikum.



Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jumat: 5 Bahaya Judi Online

Air Ajaib? Faktanya Air PDAM yang Bocor

Pertemuan Setelah 13 Tahun: Sebuah Renungan tentang Menjadi Guru