Kakek 102 Tahun Semangat Belajar
Oleh: Kusnandar Putra
Senin, 7 Oktober 2024, di ruang guru, ada dialog menarik bersama seorang guru. Beliau menceritakan ketika berada di kampung.
Saat beliau di kampung, beliau menyambung tali silaturahim dengan keluarganya.
Salah satunya kepada kakek beliau. Usia kakeknya 102 tahun yang saat itu sedang dipasangkan kateter. Tapi alhamdulillah masih bisa diajak komunikasi.
Sebagai cucu, beliau menanyakan lebih awal kondisi solatnya.
"Kakek, gimana selama ini solatnya?"
"Itumi, Nak, gimana itu saya solat sementara ada kateter ini dipasang," sang kakek juga bingung.
"Tetapki saja solat, Kakek. Tidak papa itu," beliau menjelaskan secara syar'i karena memang kondisinya tidak memungkinkan tanpa kateter.
Lanjut..
Sang kakek masih bertanya seputar solat.
"Nak, kalau tidak bisa ka wudu pakai air, bagaimana?"
"Tayamum, Kakek," sambil beliau kasih tutorial tayamum.
"Kalau misalkan saya tidak bisa berdiri solat?"
"Kalau tidak bisa berdiri, Kakek, duduk ki. Kalau juga tidak bisa, baringki," beliau jelaskan dengan panduan lagi.
"Alhamdulilah, Nak, selama ini saya tidak tahu semua itu. Alhamdulillah datangki jelaskan semua."
Akhirnya sang kakek terus melaksanakan solat tanpa ragu lagi.
Masyaallah. Ini merupakan dialog yang menarik. Bukan dialog sembarang. Tapi dialog dakwah. Yaa.. bahkan dakwah kepada keluarga.
Hari ini coba kita lihat gimana kondisi kita saat ini? Dan bagaimana pula progress ibadah kerabat kita?
Jangan sampai kita lupa "sharing" kepada mereka tentang tata cara solat. Tata cara wudu, dll dari ihwal ibadah.
Perhatikan progress ibadah orang tua.
Lihat progress ibadah saudara kandung.
Cermati progress ibadah kakek dan nenek.
Saya teringat bagaimana Rasulullah shalallahu alayhi wasallam antusias dalam mendakwahi keluarga. Yaitu pada momentum detik-detik meninggalnya Abu Thalib, paman beliau.
Nabi shalallahu alayhi wasallam bersabda, “Wahai pamanku, katakanlah ‘laa ilaha illalah’ yaitu kalimat yang aku nanti bisa beralasan di hadapan Allah (kelak).”
Lihatlah. Di sini ada nilai spirit dakwah. Nabi berupaya agar paman beliau masuk Islam.
Olehnya itu, jangan lupa selalu berikhtiar maksimal agar orang lain juga baik. Khususnya kepada keluarga kita. Lalu serahkan semua setelah itu kepada Allah azza wajalla.
Gowa, 8 Oktober 2024

Comments
Post a Comment