Apa saja yang diperlukan saat masuk sekolah?
Kusnandar Putra
1. Siapkan pena dan buku dengan semangat.
Imam Syafi’i kecil menulis pelajaran di tulang karena tak punya kertas. Ia tetap belajar dengan semangat, meski serba terbatas. Sementara hari ini, kadang ada siswa yang lupa bawa pulpen, buku, padahal semua tersedia. Hari pertama sekolah seharusnya jadi awal menata niat, belajar sungguh-sungguh.
2. Datang lebih awal, jangan terlambat.
Imam Malik menunggu di depan rumah gurunya Nafi'. Hal seperti ini juga kerap dilakukan oleh Imam Abu Hanifah ketika hendak berguru kepada Hammad bin Abu Sulaiman, salah satu gurunya. Ia selalu menunggu Hammad di depan pintunya, tanpa merasa malu atau risih. Padahal ia adalah seorang pedagang kaya di Kufah.
3. Tak usah malu bertanya jika belum paham.
Jabir bin Abdillah pernah menempuh perjalanan jauh hanya untuk menemui Abdullah bin Unais demi memastikan satu hadits dari Rasulullah ﷺ. Ia menempuh ratusan kilometer, hanya untuk satu ilmu. Maka tak pantas kita merasa malu bertanya di kelas. Karena malu yang salah tempat, justru bisa menghalangi keberkahan ilmu.
4. Hargai guru dengan adab sejak awal.
Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy,
“Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”
Hari pertama sekolah adalah waktu terbaik menanamkan adab kepada guru, karena dari sanalah start awal ilmu masuk ke dalam hati.
5. Jangan mengeluh soal pelajaran sulit.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)
Setiap kesulitan belajar di sekolah bukan beban, tapi anak tangga menuju kemuliaan. Maka bersabarlah, karena ilmu bukan untuk yang mudah menyerah, tapi untuk yang tekun melangkah.
6. Niat belajar karena Allah, bukan karena nilai semata.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya." (HR. Bukhari Muslim)
Belajar bisa jadi ibadah, jika diniatkan karena Allah. Tapi tanpa niat yang benar, bahkan nilai tinggi tak bernilai di sisi-Nya.
Maka tanamkan dalam hati: aku belajar bukan semata untuk nilai rapor, tapi agar ilmu ini jadi jala untuk semakin cinta kepada Allah, semakin takut kepada Allah, dan semakin berharap hanya kepada Allah azza WA jalla.
7. Kerjakan tugas segera, jangan menunda.
Dari Abu Ishaq, ada yang berkata kepada seseorang dari ‘Abdul Qois,
“Nasehatilah kami.”
Ia berkata, “Hati-hatilah dengan sikap menunda-nunda (nanti dan nanti).”
Hari pertama sekolah adalah waktu tepat membangun kebiasaan baru, segera mengerjakan, bukan menunggu. Karena seringkali yang ditunda hari ini, tak pernah selesai esok hari.
8. Buat catatan pelajaran dengan rapi dan teliti.
Al-Imam al-Bukhâri rahimahullah telah menyusun kitabnya secara sungguh-sungguh dan teliti selama enam belas tahun sehingga menjadi seperti yang kita lihat dan baca hari ini.
Faedah dari kisah ini adalah pentingnya kesungguhan dan kerapian dalam mencatat ilmu.
Bagi siswa, membuat catatan pelajaran yang rapi bukan hanya memudahkan belajar, tapi juga melatih ketelitian, kerapian, dan menghormati ilmu. Dari catatan yang baik akan tumbuh pemahaman yang baik pula. Sebab kadang ada siswa yang dia tidak bisa baca tulisannya sendiri. Apalagi gurunya mau baca.
9. Patuh pada aturan sekolah, seperti aturan pakaian.
Dalam sebuah kaedah,
"Kaum muslimin harus memenuhi syarat-syarat yang telah mereka sepakati.."
Kaidah ini menjelaskan bahwa hukum asal dari persyaratan-persyaratan yang telah disepakati oleh kaum Muslimin dalam berbagai akad yang dilaksanakan adalah diperbolehkan. Karena mengandung maslahat dan tidak ada larangan syari’at tentang hal itu.
10. Mulailah dari rumah dengan doa dan rida tua.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ
“Keridhaan Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan betapa besarnya kedudukan orang tua dalam Islam.
Bagi para siswa, belajar bukan hanya soal nilai dan pelajaran, tetapi juga tentang bagaimana menjadikan kegiatan belajar sebagai jalan meraih ridha Allah. Dan ridha itu, dimulai dari ridha orang tua.
11. Mulailah setiap pelajaran dengan doa.
Allah ‘Azza Wajalla berfirman,
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
“Dan katakanlah, ‘Ya Rabbi berilah aku tambahan ilmu’.” (QS. Thaha: 114)
Orang tua juga jangan lupakan anak untuk didoakan.
Ibnu Abbas didoakan oleh Rasulullah shallallahu alayhi wasallam,
“Ya Allah, faqihkanlah dia dalam agama.”
Barokallohu fiikum
Gowa, 13 Juli 2025

Comments
Post a Comment