Alhamdulillah, Bilqis Sudah Didapat
Oleh : Kusnandar Putra
Waktu masa SMP, tahun 2005, saya hampir saja "diculik" juga oleh orang yang tidak dikenal. Pasalnya, pulang dari suatu tempat, di Jalan Sungai Saddang Makassar, saya jalan kaki 250 m untuk menuju tempat ambil Pete-pete. Waktu sambil jalan, ada mobil sedan yang tiba tiba berhenti. Kaca mobil terbuka.
Ada 2 orang bapak. Mereka menawarkan,
"Mau saya antar pulang, Dek?"
Dalam pikiran saya. Teringat pesan orang tua "Jangan ikut sama orang yang tidak dikenal."
Akhirnya, saya tolak. Mereka pun pergi. Tapi rasa takut dan was-was itu masih tertinggal. Sampai rumah, baru setelah beberapa jam, saya sadar betapa besar perlindungan Allah saat itu.
Saya teringat dengan kisah Bilqis yang mulai pekan lalu sejak berita awal itu muncul. Kehilangan. Kisah kehilangan yang membuat hati para orang tua bergetar. Apalagi emak-emak di Makassar. Ramai membahas. Hampir tiap buka FB, semua memberitakan Nak Bilqis.
Indikasinya Bilqis bisa jadi dibawa kabur lewat pelabuhan Makassar menuju ke Surabaya. Lanjut lewat jalur darat ke Jakarta. Dari Jakarta lewat jalur laut lagi menuju Jambi.
Dugaannya seorant netizan, ini bukan penculikan biasa. Ada jaringan di baliknya. Praktik jual beli manusia, human trafficking, yang lebih kompleks, lebih terorganisir, dan bahkan profesional. Kemungkinan dari Jambi akan dibawa ke Batam, lalu nyeberang ke Singapura lewat laut, dan bisa jadi berakhir di Kamboja. Sekali lagi, ini masih dugaan.
Kisah Nak Bilqis menjadi pelajaran mahal. Betapa rawannya anak-anak kita di zaman sekarang.
Banyak wajah yang terlihat ramah, tapi niatnya busuk.
Banyak tawaran yang tampak baik, tapi di baliknya ada jebakan.
Inilah pentingnya kita selalu ingatkan anak akan bahaya penculikan, bahaya ikut dengan orang yang tidak dikenal.
Dan orang tua juga jangan bosan kasih nasehat ke anak. Selalu berdoa kepada Allah, bertawakkal kepada Allah.
Semoga kisah Bilqis menjadi pengingat, bahwa jagalah anak Anda.
Gowa, 9 November 2025

Comments
Post a Comment