Posts

Showing posts from September, 2024

(Part 4) Cara Mendampingi Anak SMA Agar Sukses di Masa Depan yang Jarang Diketahui

Image
  Oleh: Kusnandar Putra, S.Pd., M.Sos. Untuk menjadikan anak SMA berhasil di masa depannya, selanjutnya adalah: 12. Anak SMA Wajib Berbakti kepada Orang Tua Dalam surat al-Israa’ ayat 23-24, Allah Ta’ala berfirman: وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا  “Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak." (QS. Al Isra: 23) Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersaba:  رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسُخْطُ الرَّبِّ فِي سُخْطِ الْوَالِدِ “Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua." (HR. Bukhari) Kalau Ibu dan Bapak telah Rida terhadap anak, insyaallah itu adalah jalan kesuksesan buat anak.  Olehnya itu seorang anak harus berupaya membahagiakan orang tua.  Namun pertanyaannya bagaimana cara melatih anak agar berbakti kepada orang tua? a. Orang tua hendaknya menyamp...

(Part 3) Cara Mendampingi Anak SMA Agar Sukses di Masa Depan yang Jarang Diketahui

Image
  Oleh: Kusnandar Putra, S.Pd., M.Sos. Untuk menjadikan anak SMA berhasil di masa depannya, selanjutnya adalah: 9. Memberikan Apresiasi kepada Anak Apresiasi positif untuk anak SMA butuh disampaikan. Tujuannya untuk mendongkrak semangatnya. Orang tua yang baik, hendaknya tidak lupa akan hal itu. Jika anak shalat, bisa adzan, bisa jadi imam, ungkapkan rasa syukur. Berikan apresiasi. Coba perhatikan hadis ini, Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Wahai Abul Mundzir, ayat apa dari kitab Allah yang ada bersamamu yang paling agung?”  Aku menjawab, “Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qayyum.”  Lalu beliau memukul dadaku dan berkata, “Semoga engkau mudah memperoleh imu, wahai Abul Mundzir.”  (HR. Muslim no. 810) Yang pastinya apresiasi yang diberikan orang tua tidak terlalu berlebihan. Artinya pujiannya jangan berlebihan. Pujian tersebut juga tidak menimbulkan fitnah (timbul ujub, menyombongkan diri) kepada anak yan...

(Part 2) Cara Mendampingi Anak SMA Agar Sukses di Masa Depan yang Jarang Diketahui

Image
Oleh: Kusnandar Putra, S.Pd., M.Sos., C.P.S. Untuk menjadikan anak SMA berhasil di masa depannya, selanjutnya adalah: 5. Memotivasi Anak untuk Mandiri Anak SMA adalah usia yang produktif. Tenaga mereka masih fresh. Sehingga, jangan dibiarkan banyak santai. Ibnul Qoyyim rohimahulloh mengatakan, "Orang tua wajib menjauhkan anak dari kemalasan, menganggur, dan santai. Hendaknya membiasakan anak untuk bekerja.." Tentu saja bekerja di sini bukan dalam pengertian seperti kerja berat. Dan tidak dalam kondisi mengganggu ruang menuntut ilmu.  Yahya bin Abi Katsir mengatakan, "Ilmu tidak didapat dengan tubuh yang santai." Mulailah motivasi anak untuk sholat tahajjud mandiri, sholat syuruq, masak sendiri, cuci pakaianya sendiri, dll. 6. Memerintahkan kepada Anak Akhwat untuk Berhijab Allah azza wajalla berfirman, يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَاۤءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّۗ ذٰلِكَ اَدْنٰىٓ اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا ...

Ilmu dan Profesor

 Munculnya berita profesor yang korupsi menunjukkan tak cukup diklaim pintar hanya dengan status guru besar. Sesungguhnya Islam telah mengajarkan kita bahwa tujuan menuntut ilmu itu mengangkat kejahilan/kebodohan.  Kebodohan dari syirik, adab buruk, pelaksanaan ibadah yang bid'ah, dsbnya.  Menuntut ilmu juga melahirkan rasa cinta, harapan, dan takut kepada Allah azza wa jalla. Sangat indah perkataan Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi, الْعِلْمُ سَبِيْلُ الْخَشْيَةِ فَمَنْ لَا عِلْمَ لَهُ بِاللهِ فَلَا خَشْيَةً لَهُ إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءِ             “Ilmu itu adalah jalan menuju rasa takut kepada Allah, barang siapa yang tidak mengenal Allah, maka dia tidak mempunyai rasa takut pada-Nya. Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama” (Tafsir Aisar at-Tafaasir) #CatatanPinggirUkhuwah #CelotehKusnandarPutra

Ajari Anak Berdoa

 Yang perlu diwaspadai orang tua hari ini adalah anak yang tidak tahu berdoa. Anak sudah jarang meminta pertolongan kepada Allah. Anak malas mengangkat tangannya untuk berdoa. Padahal patut direnungkan firman Allah azza wajalla, وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.  Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku.  Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku. Agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186) Olehnya itu, wahai para orang tua, ajari anak berdoa. Beri tutorial mereka bagaimana posisi tangan saat berdoa.  Apa adab berdoa. Kenapa penting berdoa. Ajari semuanya tentang doa. Jangan sampai anak lebih tahu cara mengangkat HP daripada mengangkat ta...

Dakwah Ibarat Akar

 Kata seorang tokoh di Indonesia, dakwah itu harus mengambil bagian walaupun sempit.  Dakwah ibarat akar pohon beringin yang mampu menembus sela-sela batu karang. Pelajarannya, seorang muslim harus optimis dalam dakwah. Gunakan ragam metode. Pakai variasi media.  Ambil setipis apa pun peluang dakwah. Sebab, kita tak tahu, orang dapat hidayah dari pintu yang mana. Kita hanya berusaha. #celotehkusnandarputra #CatatanPinggirUkhuwah

Kuasai Dialog

 Kalau sudah duduk bersama keluarga atau teman, kuasai pembicaraan. Jangan jadi pendengar yang Budiman. Isi dialog dengan Sunnah, tauhid, dakwah. #CatatanPinggirUkhuwah

CUACA PANAS? INI TIPSNYA

  Menarik apa yang disampaikan oleh seorang ustaz waktu kultum bakda Zuhur tadi, Senin, 1 Mei 2023 "Kita hari ini di Makassar merasakan cuaca yang cukup panas. Maka, hendaklah kita bersabar. Kita diajarkan sebuah doa, رَبَّنَآ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ {250}  “Ya Rabb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir”. (QS. Al-Baqarah : 250)" Masyaallah. Doa ini punya makna mendalam kalau kita perhatikan. Kita dipandu agar tatkala ada kesulitan, hendaklah kita berlindung kembali kepada Allah. Dan dari doa ini, kita sangat butuh kepada Allah. Beliau berpesan, mengutip kaedah, "Al ajru ala qodril masyaqqoh." Pahala disesuaikan dengan tingkat kesulitan. Maka, makin tinggi masalah, insyaallah pahala besar menanti di belakangnya. Pergi salat ke masjid dalam kondisi cuaca panas, sabar, insyaallah pahala besar. #CatatanPinggirUkhuw...

Ajak Orang Tua Juga

  Jangan sampai lupa orang tua, kakak adik kandung, untuk bersama pergi pengajian, taklim, atau tabligh akbar. Meraka adalah sosok yang kadang terlupa untuk diajak kebaikan. Jangan sampai kita lebih semangat bonceng teman pergi ke majelis ilmu daripada orang tua sendiri. Daripada kakak dan adik kandung sendiri. Kenal Imam Abu Hanifah? Ya, beliau adalah Abu Hanifah Nu’man ibn Tsabit terlahir di Kota Kufah (Irak) tepatnya pada tahun 80 H/697 M. Salah satu rekam sejarah beliau adalah beliau membawa ibunya ikut dalam majelis ilmu. #CatatanPinggirUkhuwah

Kaedah: Jangan Tinggalkan Semua

 Kaidah sangat berharga: مَا لَا يُدْرَكُ كُلُّهُ لَا يُتْرَكُ كُلُّهُ "Bila tak mendapatkan semuanya, jangan tinggalkan seluruhnya." Jika memang belum bisa haji karena faktor dana yang besar, bukan berarti ditinggalkan semua  Mulai bangun kebiasaan menuju haji. Baca buku panduan haji. Kenali apa rukun haji, sunnah, dll. Mulai menabung dari yang sebisanya Insyaallah sambil berusaha, Allah Maha Mengetahui.  #CatatanPinggirUkhuwah #kusnandarputra #celotehkusnandarputra

Kehormatan Manusia di Group WA

 Ada adab yang kurang baik. Yaitu menggunjing orang lain di group WhatsApp. Sengaja disebut namanya di group. Dishare keburukannya. Allah azza wajalla selalu ingatkan kita, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12) Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan, “Dalam ayat di atas terkandung isyarat bahwa kehormatan manusia itu sebagaimana daging...

Jangan Pernah Gagal

 Dalam hidup, jangan pernah gagal dalam 4 hal: 1. Jangan gagal jadi ANAK 2. Jangan gagal jadi ORANG TUA 3. Jangan gagal jadi PASANGAN HIDUP Yang ke-4 jangan sampai terjadi: 4. Jangan gagal jadi HAMBA ALLAH #CatatanPinggirUkhuwah #CelotehKusnandarPutra

Mencintai Ilmu Sepenuh Hati

 Ada 1 pembahasan menarik dalam buku Khulashah Ta'zhim Al-'Ilmi  Yaitu pada pokok ke-19 tentang "mencintai ilmu sepenuh hati". Ternyata kejujuran dalam menuntut ilmu akan melahirkan rasa cinta dan rindu terhadap ilmu.  Makanya, Ibnu Qoyyim rahimahullah pernah mengatakan bahwa ilmu nanti terasa lezat dengan 3 hal 1. Mengarahkan segala kemampuan untuk ilmu.  2. Jujur dalam mencari ilmu.  3. Niat yang benar dan ikhlas dalam mencari ilmu.  Masyaallah..  Hari ini, coba Anda merenung...  Mengapa Anda tidak semangat mencari ilmu?  Barangkali Anda tidak jujur.  Anda setengah hati mencari ilmu.  Ada faktor lain sehingga Anda seolah-olah cari "ilmu" padahal cari muka.  Astagfirullah.  #CatatanPinggirUkhuwa #CelotehKusnandarPutra #KusnandarPutra

Kebahagiaan Wanita

 Kebahagian terindah bagi akhwat adalah saat dia MENIKAH. Bahagia punya suami, punya pasangan hidup, ketenangan bersama suami.  Makanya, salah besar jika akhwat yang sudah pantas menikah, lalu berlama-lama jomlo. Apalagi dengan alasan mau menikmati masa muda.  Apalagi kalau ada yang lamar lelaki yang soleh, lalu dia tolak. Salah besar. Itu namanya menunda kebahagiaan.  Ingat, level happiness tertinggi seorang wanita itu di saat dia berumah tangga.  Nanti Anda akan paham. #CatatanPinggirUkhuwah #CelotehKusnandarPutra

Merasa Butuh kepada Allah

 Ada ayat yang mesti kita renungi.  Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ “Hai manusia, kamulah yang sangat butuh kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15) Kata Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di bahwa manusia butuh kepada Allah tentang: ✅butuh kekuatan tubuh untuk bekerja ✅butuh makanan ✅untuk dihindarkan dari berbagai bencana ✅butuh petunjuk ✅butuh ilmu Masyaallah, maka dari itu jangan pernah merasa hebat, merasa cukup dengan diri sendiri, merasa tidak butuh kepada Allah, jangan!  Bergantunglah selalu kepada Allah. Dialah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.  #CatatanPinggirUkhuwah

Qonaah

Selama kamu tidak qona'ah, di situlah dunia akan menjadi orientasimu selamanya.  Qona'ah adalah merasa cukup dengan nikmat Allah azza wajalla.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, قد أفلح من أسلم، ورُزق كفافًا، وقنعه الله بما آتاه “Sungguh beruntung orang yang berislam, memperoleh kecukupan rezeki dan dianugerahi sifat qana’ah atas segala pemberian.”  (Hasan. HR. Tirmidzi) Miliki sifat qona'ah agar senantiasa ada kalimat syukur di hatimu.  Dapat rezeki sebesar ***, bersyukur.  Dapat gaji sebesar ***, alhamdulillah.  Di rumah makan ***, alhamdulillah.  Rumus bahagia: Qona'ah + qona'ah + qona'ah = A HAPPY LIFE #qonaah #CatatanPinggirUkhuwah #CelotehKusnandarPutra

8 Tips agar rumah tangga tidak pisah:

1. Cintai Allah 2. Cintai pasangan dgn ikhlas 3. Cintai anak 4. Ambil hikmah kalau ada masalah 5. Ingat kebaikan pasangan 6. Ada visi besar yaitu bersama di surga 7. Hormati mertua 8. Berkeluarga itu perjuangan. Maka ada ujiannya. Sabar #CatatanPinggirUkhuwah #CelotehKusnandarPutra 

Nikah dengan Ilmu

Image
 

Ibu negara

Image
 

Renungan istri

Image
 

Doakan Anak

 Bapak, Ibu, kalau anak-anak berangkat ke sekolah atau Anda mengantarkan ananda ke sekolah. Saat mereka salim, doakan ananda: اللّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ، وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيلَ “Ya Allah, pahamkanlah dia terhadap agama dan ajarkanlah (ilmu) tafsir kepadanya.” (HR. Ahmad) Tambah dengan doa: اللَّهُمَّ عَلِّمْهُ الحِكْمَةَ  “Ya Allah, ajarkanlah hikmah kepadanya.” (HR. Bukhari no. 3756) Semoga kelak mereka menjadi anak-anak yang bermanfaat di tengah manusia. #doa #antarsekolah

Apa kabar suami?

Dalam Surah Al Qoshos ayat 29, Allah berfirman,  فَلَمَّا قَضَىٰ مُوسَى ٱلْأَجَلَ وَسَارَ بِأَهْلِهِ "Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan dan dia berangkat dengan keluarganya,.." Imam Al Qurthubi mengatakan, "Hendaknya para suami jika pergi kemana pun hendaknya membawa keluarganya  (istri & anak-anaknya). Karena di dalamnya terdapat kepemimpinan lelaki dan tambahan keutamaan.." (al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an) Gimana kabar suami yang suka jalan sendiri? Senang tanpa ditemani istri? #pasutri

Jangan Buang Makanan

 Satu hal yang membuat saya terinspirasi dari Ummi... Ummi biasa membungkus ulang sisa makanan yang tidak habis saat makan di warung. Tidak dibuang, tidak di sia-siakan. Sebab, Ummi tidak kuat lagi makan yang kadang porsinya kebanyakan dari mas penjual.  Saat kembali ke rumah, beberapa jam kemudian, barulah dikonsumsi kembali. Kita ingat betul, perbuatan yang tidak baik ialah membuang-buang harta. Termasuk diantaranya, membuang-buang makanan. Dari Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anh u, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺮِﻩَ ﻟَﻜُﻢْ ﺛَﻼَﺛًﺎ ﻗِﻴﻞَ ﻭَﻗَﺎﻝَ ، ﻭَﺇِﺿَﺎﻋَﺔَ ﺍﻟْﻤَﺎﻝِ ، ﻭَﻛَﺜْﺮَﺓَ ﺍﻟﺴُّﺆَﺍﻝِ Sesungguhnya Allah membeci kalian karena 3 hal: “katanya-katanya” (berita dusta), menyia-nyiakan harta, dan banyak meminta.  (HR. Bukhari 1477 & Muslim 4578) Oleh sebab itu, hendaknya kita mengubah kebiasaan membuang makanan saat di warung atau dimana saja. Habisilah makanan itu. Jika memang tidak kuat lagi, bungkus. Bawa ke rumah. Nanti, pada ...

Asma dan Aisyah

 Abdullah bin Zubair -rodiyallohu anhu- berkata, "Aku tidak pernah melihat 2 orang wanita yang lebih dermawan dibanding Aisyah dan Asma'. Cara kedermawanan mereka berdua berbeda. Adapan Aisyah rodiyallohu anha, dia biasa mengumpulkan sesuatu dengan yang lainnya hingga terkumpul. Lalu, dia *membagikannya*. Sementara Asma' rodiyallohu anha, dia *tidak pernah menahan* apapun untuk hari esok (langsung dia sedekahkan hari itu juga, ed-)." (Adabul Mufrod, Shahih Isnad) Masyaallah. Indahnya pribadi 2 wanita ini rodiyallohu anhumaa. Mindset mereka sama: berderma. Meskipun mekanisme berbeda. Bandingkan hari ini... Masih adakah wanita, akhwat, ummahat, berpikiran seperti Aisyah dan Asma'? Semoga masih ada. Dikhawatirkan, wanita hari ini hanya dikenal karena dunia hedonnya. Lebih dikenal karena "sering keluar rumah", lebih dikenal karena "suka membantah suami", lebih dikenal karena "tukang gosip". Wal iyazu billah. Ataukah wanita hari ini, mengu...

Gaji di bawah 1jt, Kok Bisa Cukupi Keluarga Ustadz 2 Anak ini?

  Di group WA As-Sunnah Minasa Upa, al-Ustadz Irfan Makku, Lc. sempat mengirim desain dakwah. Isinya jleb, "Sa'ad bin Abi Waqqash rodiyallohu anhu berkata kepada anaknya, "Wahai anakku, jika engkau mencari kekayaan maka carilah dengan sifat qona'ah karena sesungguhnya, ia adalah harta yang tidak pernah habis.* (Diriwayatkan oleh Ibnu Askir)" Memang beliau akhir-akhir ini senang meng-creat desain dakwah. Dan isinya, alhamdulillah, jleb.  Salah satunya di atas tadi. Saudaraku... Menarik pesan dari Sa'ad bin Abi Waqqosh rohimahulloh. Beliau mendudukkan mindset kekayaan itu sendiri. Bahwa kekayaan itu, bersumber dari sifat qonaah. Seolah-olah, beliau berpesan, _"Cari uang tanpa berasaskan sifat qona'ah, itu percuma."_ Omzet 1juta dikejar, kalau tidak qonaah, pasti tidak syukur.  Omzet 500rb, kalau tidak qonaah, pasti mengeluh. Omzet 200rb, kalau tidak qonaah, pasti kecewa. Nah, itulah manusia. Yang mencari uang karena tidak berlandaskan sifat qonaah...

Inilah Anak Muda Jaman Now

 "Tanda kebangkitan Islam ialah bangkitnya para pemudanya," tutur Ustadz Luqman Jamal, Lc. saat tabligh akbar di Masjid al Markaz (3/12/2017). Kalimat ini dalam sekali maknanya. Sampai saya sendiri pun, bergetar mendengar ini. Betapa tidak, pemuda memang adalah masa keemasan. Masa muda ialah masa menerima hidayah. Kalau salah arah di masa muda, sangat rawan di masa tuanya. Demikian sebaliknya. Masihkah kita ingat data di bawah ini? Usia 10 Sahabat Nabi yang paling awal masuk Islam, sekaligus dijamin masuk surga oleh Nabi dalam satu hadits.  Ini adalah usia mereka saat masuk Islam: ✔Abu Bakar ash Shiddiq 37 tahun ✔Umar bin Khattab 27 tahun ✔Utsman bin Affan 34 tahun ✔Ali bin Abi Thalib 10 tahun ✔Thalhah bin Ubaidillah 14 tahun ✔Zubair bin Awwam 16 tahun ✔Saad bin Abi Waqqash 17 tahun ✔Said bin zaid 15 tahun ✔Abu Ubaidah bin Jarrah 27 tahun ✔Abdurahman bin Auf 30 tahun _(Parenting Nabawiyah)_ Tengok kembali! Lihat kembali! Betapa banyak anak muda di jamin masuk surga pada data ...

Kisah Ditanya: Bisa Desain Website?

 "Bisa desain web?" Itu adalah pertanyaan yang sempat diajukan kepada saya. Sahabat waktu itu, pengen mencari desainer web sebagai wasilah dakwah. Yaitu, dia sudah siap melebarkan dakwah ke luar negeri via website. Makanya, saya diajak. Ini menarik. Karena konsep berpikirknya "out of the box". Di saat yang mainstrem bermain di lokal, ia menjajaki wilayah internasional. Dia sudah punya stok beberapa teman yang bisa mengtranslate dakwah ke dalam bahasa Inggris, lalu di-blow up ke website. Semoga bisa menjangkau banyak pembaca asing. Keren, kan! Namun, tentu, hal ini harus memerlukan kerja sama dengan beberapa pihak. Ada yang kuat basic bahasa asingnya, bisa desain web, matang di marketing, dsb. Kesadaran yang menarik bagi saya, ialah para ikhwah dan akhwat yang bisa bahasa asing. Apakah bahasa Inggris atau Arab. Ternyata sudah ada kesadaran dari teman parner saya itu. Dia punya perhatian dengan keahliaannya sendiri, lalu diejawantahkan ke ihwal translating. Namun, ban...

Cita-cita Kita

  Usai memperdengarkan kisah 4 pemuda yang bercita-cita tinggi. Yaitu: Abdullah bin Umar, Abdullah bin Zubair, ‘Urwah bin Zubair, dan Mush’ab bin Zubair maka Sang Ustadz mulai membuka diskusi. "Nah, Nak, coba kalian sebutkan cita-cita kalian?" Sang Ustadz bertanya di hadapan murid-muridnya kelas IV. Mulailah mereka berpikir. "Bedakan cita-cita dan keinginan, ya. Kalau keinginan, seperti mau makan ayam crispy," jelas Sang Ustadz. Para murid tertawa, tersenyum. "Adapun cita-cita, yang tinggi," Sang Ustadz menatap tajam ke murid-muridnya. Mulailah mereka ditanyai satu per satu. "Insyaallah, saya ingin menjadi dokter," tukas seorang murid dengan malu-malu. Yang lain menjawab, "Insyaallah, saya ingin menghafalkan 30 juz dari Al-Qur'an". Dan mayoritas menjawab, "Insyaallah, saya bercita-cita ingin memakaikan orang tuaku mahkota nanti di akhirat kelak." Masyaallah, cita-cita yang tinggi. Sebagaimana hal ini disebutkan dari Buraid...

Taklim Hunter

 Taklim hunter, bisa diterjemahkan sebagai "pemburu taklim".  Artinya apa?  Dia ada sosok yang senang dengar ilmu syar'i dalam bingkai taklim. Mayoritas kebahagiaannya terpenuhi dalam suasana taklim. Mendengar ayat, hadits, dan beserta syarahnya merupakan ihwah yang selalu didambakan. Rosulullah shollallohu alayhi wasallam bersabda tentang sosok yang senang menuntut ilmu ini, "Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka. Melainkan ketenteraman turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya...” (HR. Muslim) Kita banyak berkawan dengan orang-orang seperti ini. Semisal di Makassar. Ada taklim di Galangan, dia kejar. Di Baji Rupa, ikut lagi. Di Antang, semangat terus. Keringatnya tidak melunturkan semangatnya. Peluhnya tidak menghentikan nawaitunya. Subahanallah. Itulah taklim hunter. Semog...

Ustadz, bacakan buku ini

 "Ustadz, bacakan buku ini!" pinta seorang anak saat saya masuk ke kelasnya. Dia kemudian menuntun, memperlihatkan sebuah deretan buku di samping meja guru. Oo, saya perhatikan, ternyata ada pipa yang didesain sedemikan rupa sebagai penyangga buku-buu. Yap, itulah perpustakaan mini di dalam kelas mereka. Kelas VA. Unik. Sebab, bicara perpustakaan, adalah perkara yang tidak asyik lagi. Orang sudah jarang ke perpustakan.  Tengok saja ke perpustakaan dimana pun Anda kunjungi, sepi. Itupun jika ada pengunjung, palingan para mahasiswa yang tengah diberi tugas oleh dosen. Atau pengen menyelesaikan tugas makalah dan skripsi. Dan mungkin juga sih yang datang ke perpustakaan hanya untuk menikmati kesejukan AC semata, lalu memaikan smartphonenya.  "Daripada di luar panas, mendingan di dalam perpustakaan." Itu kira-kira ilustrasinya. Perpuskaan, dalam pengertiannya adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Namun, untuk konteks kontemporer, bukan hanya buku dan majalah. Ada koran...

Memulai Menulis dengan Memaksa

 Oleh: Kusnandar Putra Yang sulit dari menulis adalah memulai. Karena itulah, solusinya dengan memaksakan diawal. Lalu, insyaallah setelah itu akan mengalir begitu saja. Kalau itu sudah kita lakukan, tema apapun, pembahasan apapun, yang kita mau sajikan, itu mudah. Apapun yang kita lihat, diindrai, menjadi inspirasi menulis.  Oh ya, kadang orang menjadikan mood sebagai alasan. Katanya, "Saya tidak punya mood, lagi banyak masalah, lagi ada konflik." Padahal, sesungguhnya itu semua bisa diatasi dengan memaksakan.  Bagaimana maksudnya? Kondisi galau tentang masalah jodoh, tuliskan saja. Kita bisa jelaskan tentang itu dengan menyajikan hal-hal positif.  Contoh, Kadang wanita galau tentang jodoh yang tidak kunjung datang (anggap ini curhat si penulis, lalu ia berikan kiat move on-nya.). Padahal, dalam penantian itu, ia lebih bisa memantaskan diri. Mengisi waktu dengan kajian ilmu. Dst. So, kondisi apapun, sekali lagi, di balik saja. Lalu, kemudian kita bisa membahasnya. A...

Pikiran Juga Harus Islami

 Saya biasanya merasa aneh jika ada orang tua muslim yang begitu memercayai teori pendidikan gaya Barat. Entah itu dari psikolog Barat, sosiolog Barat, dst. Maksudnya gimana? Jadi gini, Islam itu sudah komplit. Sektor ekonomi ada, sosial ada, dan pendidikan pun dibahas banyak dalam Islam. Mengapa orang tua tidak kembali kepada agamanya? Lalu menuju ke teori Barat itu? "Saya tidak kok, saya tidak percaya sama buku-buku pendidikan Barat. Saya sukanya dari penulis Indonesia saja." Ok. Tapi, apakah Anda tahu latar belakang si penulis? Rujukan apa yang dia pakai? Buku teori Barat atau Islam? Itu perlu didudukkan dulu. Ambil contoh, kemarin saya ikuti seminar pendidikan. Pematerinya orang Islam. Namun, anehnya bahas keberadaan kecerdaan "musikal" dalam memetakan potensi anak. Padahal Islam tidak membenarkan lantunan setan itu. Olehnya itu, bijaklah dalam membaca buku pendidikan. Telitilah kalam pembicara. Apalagi Anda seorang muslim! Bukan berarti teori pendidikan Barat m...

Tips Menulis: Kok Sibuk Terus

  Oleh: Kusnandar Putra  Beberapa orang sering bertanya, "Bagaimana cara mengatur waktu dalam kepenulisan?" Kata mereka, "Saya sibuk, pagi kerja, pulang sore, sehingga tidak ada waktu untuk menulis." Apakah ini sebuah hambatan dalam menulis? Tentu bagi orang yang cerdas berapa pun alokasi waktu yang dia diberikan, kalau memang dia mencintai dunia menulis maka insya Allah, pasti ada waktu yang disisihkan untuk menulis. Saya rasa tidak ada orang yang kemudian terlalu sibuk sehingga melupakan sesuatu yang penting bagi dirinya. Dengan catatan, kalau memang menulis itu dianggap penting!  Setidaknya ada waktu beberapa menit yang kita luangkan. Yang di situ kita menulis, berada di depan laptop atau di depan smartphone, kemudian menulis apa saja.  Karena itulah kuncinya sebenarnya, kembali kepada pribadi kita, kembali kepada diri, apakah kita memberikan porsi yang baik bagi kebiasaan menulis ini. Ada orang yang menulis ba'da subuh. Ada orang mungkin yang menulis jam 06....