Posts

Showing posts from May, 2025

Optimis Mendidik

Image
  Kusnandar Putra Jika Allah sudah menghendaki, tak ada satu pun kekuatan di muka bumi ini yang mampu menghalangi.  Kalimat ini bukan sekadar retorika, tetapi nyata tergambar dalam kisah luar biasa seorang pemuda asal Libya, Amer Al Mahdi Mansour Al Gaddafi.  Dua kali ia tertinggal pesawat yang akan membawanya ke Tanah Suci untuk berhaji, namun akhirnya ia berhasil berangkat.   Bagaimana bisa? Amer dijadwalkan terbang ke Arab Saudi bersama puluhan jamaah lainnya. Namun setibanya di Bandara Sebha, Libya Tengah, langkahnya tertahan. Petugas Imigrasi menghentikannya. Bukan karena ia tidak memenuhi syarat administratif, tetapi karena satu nama di belakangnya: Gaddafi.  Nama yang mengingatkan dunia pada sosok Muammar Gaddafi, mantan Presiden Libya yang dianggap kontroversial.  Nama itu membawa beban sejarah dan citra politis yang membuat pihak imigrasi ragu. Di saat jamaah lain sudah menaiki pesawat, Amer masih tertahan. Ia memohon, namun pesawat tetap ting...

Tanggung Jawab Intelektual Guru

Image
  Kusnandar Putra Dalam dunia pendidikan, ada tantangan nyata yang kerap hadir di ruang kelas namun tidak selalu tampak jelas di permukaan, yaitu munculnya ketidakpahaman siswa terhadap konsep-konsep dasar.  Ini sebuah isyarat bahwa dalam dinamika belajar, terkadang kita perlu berhenti sejenak untuk merenung, sudahkah semua siswa benar-benar memahami fondasi yang mereka perlukan? Sebagai contoh, ada kalanya siswa yang sudah berada di tingkat lanjutan ternyata belum memahami operasi dasar seperti penjumlahan, atau belum bisa memanipulasi bentuk aljabar sederhana seperti a=b/c untuk menemukan nilai c.  Ketika hal ini terjadi, bukan berarti guru telah gagal, melainkan guru diberi kesempatan kedua untuk menguatkan kembali dasar yang mungkin belum sempat terbangun dengan kokoh.  Tidak ada yang lebih mulia dari seorang guru yang bersedia berhenti sejenak demi memastikan tidak ada siswa yang tertinggal dalam pemahaman. Pendidikan bukan perlombaan kecepatan, melainkan perjal...

Ke Bengkel Motor, Ada Hikmah Pendidikannya

Image
  Kusnandar Putra Kemarin sore, 23 Mei 2025, saya menyempatkan diri ke bengkel untuk mengganti kampas rem motor, baik bagian depan maupun belakang.  Sudah cukup lama saya merasa performa rem motor melemah, tidak lagi seefektif biasanya sehingga demi keselamatan berkendara, segera melakukan perbaikan.  Di bengkel, motor ditangani oleh seorang mekanik yang tampak berpengalaman. "Mau ganti kampas rem depan belakang," pinta saya.  Dia langsung perbaiki posisi motor untuk siap dikerjakan.  Proses penggantian kampas rem berlangsung begitu cepat, lebih singkat. Yang menarik perhatian, bukan hanya kecepatannya, tetapi juga peralatan yang digunakannya.  Saya perhatikan betapa cepatnya pekerjaan dengan bor listrik membuka baut.  Mekanik tersebut tidak lagi menggunakan kunci manual seperti yang umum saya lihat dahulu.  "Cepat di' kalau pakai bor," saya coba bangun komunikasi.  Dia tersenyum. Sambil terus bekerja.  Suara khas alat itu berpadu dengan...

37 Kata Pemborosan Guru

Image
  Kusnandar Putra Dalam penyampaian materi di kelas, penggunaan bahasa yang jelas dan efektif sangatlah penting.  Bahasa yang sederhana dan tidak bertele-tele memudahkan siswa memahami pesan yang ingin disampaikan.  Sebaliknya, penggunaan kata-kata atau frasa yang berlebihan justru dapat membingungkan dan membuat materi terasa berat. Oleh karena itu, guru harus berhati-hati dalam memilih kata agar komunikasi berjalan lancar dan efektif. Salah satunya dengan menghindari kata-kata yang berulang atau tidak perlu. Hal ini sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran karena membantu siswa fokus pada inti materi tanpa terganggu oleh kalimat yang membingungkan.  Apa saja frasa yang boros tersebut?  1. Agar supaya    Salah: Agar supaya kalian memahami materi ini.    Benar: Agar kalian memahami materi ini. 2. Di dalam ruangan    Salah: Kita belajar di dalam ruangan laboratorium.    Benar: Kita belajar di ruangan laboratorium. 3. Na...

Nalar Kritis Siswa

Image
  Kusnandar Putra Dalam dunia pendidikan, ada momen-momen berharga yang kerap hadir tanpa kita rencanakan. Salah satunya adalah ketika seorang siswa mengajukan pertanyaan yang kadang mereka belum tahu jawabannya. Seperti tadi siang, 21 Mei 2025, di kelas 8A, saya ditanya,  "Ustaz, duluan mana, telur atau ayam?" Dan tentu masih hanya model pertanyaan seperti ini yang diajukan siswa. Baik di sesi akhir pelajaran atau di tengah pelajaran.  Tak kalah dengan kelas 8A, di SMA kelas 11A, saya juga sempat ditanya, “Ustaz, apa hukum menyembelih hewan dengan pembiusan?" “Ustaz, bagaimana jika di akhirat nanti kebaikan dan keburukan seseorang nilainya sama? Apakah masuk surga atau neraka?”  Sekilas, pertanyaan semacam ini mengandung permata yang tak boleh diabaikan yaitu nalar kritis yang sedang menyala. *Nalar Kritis: Pilar Generasi Pembelajar* Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan sekadar iseng atau sekadar ingin terdengar berbeda. Ia lahir dari proses berpikir yang mendalam, ...

Perjuangan Ikut PPG

Image
  Kusnandar Putra, S.Pd., Gr., M.Sos. Dalam dunia pendidikan, kualitas guru merupakan salah satu faktor kunci dalam menentukan keberhasilan proses belajar mengajar.  Berbagai studi, riset John Hattie, menunjukkan bahwa guru memiliki dampak 30% yang jauh lebih besar terhadap capaian belajar siswa dibandingkan faktor lain. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak negara, termasuk Indonesia, terus mencari cara terbaik untuk memperkuat kapasitas guru. Salah satu ikhtiar penting itu adalah melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG). PPG bukan sekadar jalur sertifikasi atau formalitas administratif. Ia adalah ruang pembelajaran ulang yang sistematis, tempat guru-guru, baik pemula maupun yang telah lama mengabdi melakukan refleksi mendalam atas praktik mengajar mereka, serta mengaktualisasi kembali peran dan identitas mereka sebagai pendidik profesional.  Dalam program ini, guru dibimbing untuk memahami kembali esensi dari pembelajaran, bukan hanya mentransfer ilmu, te...

Tangis Haru di Aula Arafah: Ketika 156 Jamaah Makassar Siap Berangkat ke Baitullah

Image
  Kusnandar Putra Suasana haru dan khidmat menyelimuti Aula Arafah, Asrama Haji Sudiang Makassar. Isak pelan terdengar bersahutan, menyatu dengan doa-doa yang melangit. Pada hari itu, 156 jamaah haji asal Kota Makassar dari Kloter 8 secara resmi dilepas, memulai babak baru dari perjalanan suci mereka menuju Tanah Suci. Setelah seluruh rangkaian administrasi dan layanan diselesaikan, para jamaah diarahkan menuju wisma asrama untuk beristirahat, menyiapkan raga dan jiwa sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi pada hari ini, Selasa pagi, 6 Mei 2025, pukul 08.40 WITA. Sebuah tanggal yang akan mereka kenang seumur hidup, hari ketika mereka menjadi tamu Allah. Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Kakanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid, menyampaikan bahwa kuota haji untuk Sulawesi Selatan tahun ini mencapai 7.272 orang, bagian dari total kuota nasional Indonesia yang mencapai 221 ribu jemaah. Angka-angka ini bukan sekadar data, melainkan saksi atas harapan dan doa...