Optimis Mendidik
Kusnandar Putra Jika Allah sudah menghendaki, tak ada satu pun kekuatan di muka bumi ini yang mampu menghalangi. Kalimat ini bukan sekadar retorika, tetapi nyata tergambar dalam kisah luar biasa seorang pemuda asal Libya, Amer Al Mahdi Mansour Al Gaddafi. Dua kali ia tertinggal pesawat yang akan membawanya ke Tanah Suci untuk berhaji, namun akhirnya ia berhasil berangkat. Bagaimana bisa? Amer dijadwalkan terbang ke Arab Saudi bersama puluhan jamaah lainnya. Namun setibanya di Bandara Sebha, Libya Tengah, langkahnya tertahan. Petugas Imigrasi menghentikannya. Bukan karena ia tidak memenuhi syarat administratif, tetapi karena satu nama di belakangnya: Gaddafi. Nama yang mengingatkan dunia pada sosok Muammar Gaddafi, mantan Presiden Libya yang dianggap kontroversial. Nama itu membawa beban sejarah dan citra politis yang membuat pihak imigrasi ragu. Di saat jamaah lain sudah menaiki pesawat, Amer masih tertahan. Ia memohon, namun pesawat tetap ting...