Doktor dan Tanggung Jawab Intelektual di Ruang Publik
Kusnandar Putra Di tengah riuh rendah terjadi di media sosial, publik sering disuguhi narasi yang saling mengundang, bahkan tidak jarang melempar. Isu agama, pendidkan, hingga persoalan sosial dengan mudah dipelintir demi kepentingan kelompok tertentu. Ironisnya, pada saat ruang publik membutuhkan tulisan jernih dan referensi yang dapat dipercaya, tidak semua kaum terdidik, termasuk lulusan program doktor, hadir sebagai pencerah. Padahal, di titik inilah ekspektasi masyarakat terhadap para dokter sesungguhnya berada. Program Lulusan Doktor tidak boleh berhenti sebagai pembelajaran yang sekadar produktif menulis jurnal dan meneliti demi kepentingan karir atau akreditasi. Mereka diharapkan tampil sebagai aktor intelektual yang berani menawarkan solusi atas berbagai tantangan kebangsaan. Gelar doktor bukan sekedar simbol prestise, melainkan indikasi atas penguasaan keahlian dan kompetensi tinggi yang seharusnya berdampak nyata bagi masyarakat luas. Fakta menunjukkan, dala...